Tips Membaur dengan Masyarakat Tanpa Mengorbankan Agama

Tips Membaur dengan Masyarakat Tanpa Mengorbankan AgamaJika anda hidup di tengah masyarakat, tentu anda akan menghadapi berbagai macam tipe manusia. Ada yang baik, ada juga yang buruk. Persoalan yang muncul adalah bagaimana agar kita dan segala atribut yang kita bawa bisa di terima oleh lingkungan,karena bagaimanapun juga,kita tidak hidup di hutan, kita butuh bersosialisasi dengan orang lain. Sangat tidak bijak juga jika kita bersembunyi dan menjauh dari lingkungan.
Akan tetapi, terkadang ada saatnya ketika ada hal-hal yang biasa di lakukan oleh masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Lalu apakah kita harus ikut-ikutan larut dalam kemaksiatan? Misalnya saja ketika kita ikut ronda malam, lalu teman-teman kita mabuk-mabukan dan main kartu, apakah kita harus ikut? Demi alasan kekompakan? Tidak . Kita hanya butuh seni bergaul, ambil yang baik, buang yang buruk, dan tetap tersenyum. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti awal mulanya. Maka keberuntungan bagi orang- orang yang asing” (HR. Muslim). Demikianlah, keadan yang akan terjadi bagi orang- orang yang senantiasa berpegang teguh dengan kebenaran. Akan dianggap orang yang asing karena banyaknya orang-orang yang tidak mengetahui kebenaran dan menyelisihi kebenaran. Untuk itu mari kita simak tips-tips berikut ini:
1. Yakin dan tawakal
Kita harus yakin bahwa hanya dengan mencari keridhoan Allah saja hidup kita akan bahagia. Adapun keridhoan manusia itu tidak akan berfaedah apa-apa jika Allah tidak ridho kepada kita. Kita tidak perlu ikut-ikutan merokok hanya demi mempermudah dalam bergaul, agar lebih akrab dengan teman-teman kita. Mungkin awalnya teman-teman akan menyukai kita, tapi apalah artinya keridhoan teman-teman kita jika mendatangkan kemurkaan Allah’ dikarenakan kita menzholimi tubuh kita sendiri dengan menghirup asap rokok. Tolaklah dengan sopan tawaran mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak selaras dengan indahnya ajaran Islam, tetap pergaulilah mereka dengan baik, lebih bagus lagi jika kita bisa berdakwah mengajak mereka untuk meninggalkan kemaksiatan.

: “Barangsiapa mencari keridhoan dari Allah (saja) meskipun manusia benci kepadanya, niscaya Allah akan ridho kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia ridho kepadanya pula. Dan barangsiapa mencari keridhoan dari manusia dengan membuat Allah murka kepadanya, niscaya Allah akan murka kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia murka kepadanya pula.” (HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya no.276 (I/497), dari Aisyah. Syuaib Al-Arnauth berkata: “Sanadnya Hasan”).Di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ

Artinya: “Barangsiapa mencari keridhoan manusia dengan membuat Allah murka, maka ia diserahkan oleh Allah kepada manusia. Dan barangsiapa membuat manusia murka dengan keridhoan Allah, maka Allah akan mencukupinya dari kejahatan manusia.” (Shahih. HR. Ibnu Hibban no.277 (I/510), dari Aisyah. Dan dishohihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no.6010).

“Dan ketahuilah bahwa seandainya umat bersepakat untuk mendatangkan sesuatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak bisa mendatangkan sesuatu manfaat kepadamu kecuali suatu manfaat yang sudah Allah ta’ala tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka bersepakat untuk mendatangkan sesuatu madlarat kepadamu, maka mereka tidak bisa menimpakan sesuatu madlaratpun kepadamu kecuali suatu madlarat yang sudah Allah taqdirkan menimpamu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” [Hadits Hasan shahih riwayat At Tirmidzi]

2. Menunjukkan sikap tidak senang dengan kemaksiatan yang terjadi.
Tidak sepantasnya kita duduk bersama dan ikut tertawa sedangkan dihadapan kita teman-teman kita sedang minum minuman keras, berjudi, ataupun pacaran. Tunjukkanlah bahwa kita tidak rela dengan kemaksiatan yang sedang berlangsung dengan cara meninggalkan mereka, atau lebih baik lagi kalau kita sanggup mencegah kemaksiatan itu dengan lisan ataupun kekuasaan kita.
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia duduk (di satu majelis) yang dihidangkan padanya khamr (minuman keras)” – HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Ibnu ‘Umar. Hadits ini hasan dengan syawahidnya.
Tidakkah kita mendengar firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kalian di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperlolok-olokkan, maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka berpindah kepada pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (jika kalian berbuat demikian) tentulah kalian serupa dengan mereka”. (QS. An-Nisa’ : 140)

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubah dgn tangan jika tdk bisa maka dgn lisannya, jika tdk bisa juga maka dgn hatinya, itulah selemah-lemah iman.”[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

3. Selalu mendoakan agar mereka yang telibat kemaksiatan bisa mendapat petunjuk dan bertaubat.

Comments

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam