Beriman Kepada Allah

Beriman Kepada Allah
Beriman kepada Allah

Kita telah melewati pada waktu yang lalu pembahasan mengenai 6 rukun iman, sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan dalam hadits jibril.
Yakni ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab pertanyaan dari malaikat Jibril mengenai berbagai hal, diantaranya tentang iman. “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir , yang baik dan yang buruk.” (hadits riwayat Muslim)

Beriman kepada Allah
Ketika anda menyatakan bahwa anda beriman kepada Allah, maka anda harus menyadari bahwa keimanan kepada Allah mencakup empat unsur. Apa saja empat unsur itu?
1.Anda mengimani keberadaan AllahAdapun keberadaan Allah, maka sejatinya hal itu tidaklah membutuhkan bukti-bukti ilmiah, matematis, maupun filsafat. Keberadaan Allah sejatinya bukanlah sebuah misteri yang harus diungkap dengan dengan eksperimen-eksperimen ilmiah maupun teori-teori matematis. Karena sesungguhnya secara naluri, setiap manusia mempercayai akan adanya Tuhan (Allah). Naluri ini bukanlah hasil dari belajar dan penelitian. Akan tetapi Allah telah menanamkan naluri ini kepada setiap manusia.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya beerfirman), ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,” atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?” (quran surat 7:172).

Di samping melalui naluri alamiah setiap manusia, keberadaan Alah juga bisa kita ketahui dari akal. Akal kita mengatakan bahwa alam semesta yang sempurna dan besar ini tentulah tidak terjadi begitu saja dengan sendirinya. Akan tetapi ada Dzat yang telah menciptakan dengan sempurna. Dzat itulah Allah Yang Mahabesar.

Kemudian bukti keberadaan Allah juga bisa kita ketahui secara syar’i. Seluruh kitab samawi membahas akan adanya Allah. Begitu pula dengan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa, mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh para Nabi semakin memperkuat bukti, bahwa Allah itu benar-benar ada.

2. Anda mengimani sifat Rububiyah (ketuhanan) Allah.

Mengimani sifat rububiyah Allah yaitu mengimani bahwa Allah Rabb alam semesta dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang menguasai,menciptakan, memerintah dan mengatur alam semesta. Tidak ada satu orang pun yang mengingkari sifat ketuhanan ini kecuali orang yang sombong dan tidak menggunakan akalnya.

Keimanan kepada sifat rububiyah Allah ini bahkan juga di miliki oleh kaum pagan quraisy yang Nabi diutus kepada mereka untuk memerangi kemusyrikan mereka. Sebagimana digambarkan dalam firman Allah,

Katakanlah (Muhammad),”Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya,jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” (quran surat 23:84).

Keimanan kepada rububiyah Allah ini ternyata belum cukup membuat orang musyrik quraisy di zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bisa disebut sebagai orang beriman.
Untuk bisa disebut sebagai orang beriman, maka kita harus melengkapinya dengan unsur keimanan yang ketiga, yaitu uluhiyyah Allah.

3. Anda mengimani uluhiyyah Allah

Keimanan kepada uluhiyyah Allah inilah yang membedakan antara kaum musyrikin dengan orang yang beriman. Keimanan kepada uluhiyah ini bermakna, anda mengimani bahwa hanya Allahlah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (quran surat 2:163).

Keimanan kepada tauhid uluhiyah inilah yang di tolak oleh kaum musyrikin quraisy di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mempercayai bahwa Allah adalah Yang Menciptakan alam semesta, tetapi mereka menolak untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak disembah.

Mereka mengambil berhala, malaikat, orang suci, dan lain-lain sebagai sesembahan bersama Allah.

4. Anda mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah.

Yaitu anda mengimani nama dan sifat Allah sebagaimana yang diterangkan dalam Kitab Allah dan Sunnah Nabi. Penetapannama dan sifat ini tidak melazimkankita untuk menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.

“Hanya milik Allah asmaul husna (nama-nama yang baik), maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Quran surat7:180).

Kita mengimani semua nama dan shifat Allah sebagaimana yang Allah sebutkan melalui firman Nya di dalam al quran atau melalui lisan Rasul Nya di dalam hadits. 

Comments

  1. […] Shalallahu ‘alaihi wa Sallam jelaskan dalam hadits jibril yang lalu adalah sebagai berikut: • Beriman kepada Allah; mencakup: 1. Mengimani akan keberadaan Allah 2. Mengimani bahwa Allah adalah Sang Pencipta dan […]

    ReplyDelete
  2. […] seorang muallaf, mulailah dari bagian yang paling pokok dan penting dari ajaran agama Islam, yaitu mengimani dan mengenal nama-nama dan shifat-shifat Allah. Al quran diturunkan kepada Nabi Muhammad selama 23 tahun. Dalam masa tersebut, 13 tahun pertama […]

    ReplyDelete

Post a Comment

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH