Kabar Kejutan Untuk Keluarga : "Saya Masuk Islam" bag-1

Saya Masuk IslamPada kesempatan kali ini kita akan membahas solusi-solusi atas tantangan yang dihadapi oleh seseorang yang baru saja masuk islam. Banyak hambatan yang akan dihadapi oleh muslim baru ini ketika dia mulai menampakkan dan mengumumkan keislamannya. Jika anda adalah orang yang baru masuk islam, maka pertama-tama kami mengucakan selamat bahwa anda telah menjadi seorang muslim dan selamat datang.

Sebuah keputusan terbesar dalam hidup anda. Ini adalah bukti bahwa Allah mencintai anda dan Allah juga yang akan mampu menolong anda dalam menghadapi segala ujian keimanan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " barangsiapa yang Allah kehendaki kepadanya kebaikan, maka Allah akan membuatnya paham akan agamanya". (hadits riwayat Bukhari).

Penentangan Keluarga Mualaf
Kadangkala seorang yang baru masuk islam memiliki keinginan agar semua orang mengetahui bahwa ia telah masuk Islam
Dia bertekad akan menghadapi segala macam rintangan dan mengharapkan dukungan dari keluarga. Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Meskipun keluarga anda bukan keluarga yang religius, akan tetapi kenyataan bahwa orang yang mereka cintai telah menempuh jalan yang berbeda yang bukan jalan mereka, membuat mereka tidak menyukai bahkan menentang keislaman anda. Ditambah lagi dengan isu-isu negatif yang dituduhkan kepada Islam.

Jika memang demikian kejadiannya, maka anda seharusnya tetap bersikap tenang, fokuslah pada usaha anda untuk memperdalam ilmu agama. Sebenarnya, mengumumkan keislaman anda terlalu dini bisa jadi hanya akan memberatkan langkah anda. Anda yang tadinya bersemangat, bisa jadi malah berputus asa pada akhirnya karena tidak kuat menahan cercaan dan pengucilan di saat ilmu dan keimanan anda masih minim.

Seandainya anda menunda pengumuman keislaman anda, dan fokus terlebih dahulu pada usaha memperdalam ilmu dasar-dasar agama sehingga menjadi lebih mantap ilmu dan keimanan anda sampai datang waktu yang tepat untuk mengumumkan keislaman anda, maka hal yang seperti ini sangat baik. Akan tetapi jika anda yakin bahwa keluarga anda akan menerima keislaman anda bahkan memberi dukungan kepada anda, maka mengumumkan secepatnya keislaman anda adalah keputusan yang lebih tepat.
Dengan begitu anda lebih tenang dan mudah dalam beribadah.


Mualaf di Zaman Nabi Menghadapi Orang Tua
Contoh dalam kasus ini adalah apa yang pernah di alami oleh salah seorang shahabat Nabi yang bernama Mu’awiyah bin abu Sufyan. Ketika beliau masuk Islam, beliau menyembunyikan keislamannya dari kedua orangtuanya. Mengetahui betapa kerasnya perlawanan kedua orangtuanya terhadap Islam dan apa yang akan terjadi jika dia mengumumkan keislamannya, Mu’awiyah menunda mengumumkan keislamannya dan menunggu kapan saat yang tepat untuk mengumumkannya. Akhirnya kesempatan itu datang ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menaklukkan kota Mekkah. Ketika itu bahkan ayah beliau juga masuk Islam, bersama-sama mendatangi Nabi dan menyatakan keislamannya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika anda mulai memutuskan untuk mengumumkan keislaman anda, maka perhatikanlah arahan-arahan berikut:
1. Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.
Jangan pernah merasa panic. Mintalah selalu pertolongan kepada Allah melalui shalat dan selalu bersabar.
Allah berfirman (yang artinya) : “mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat”.(quran 2:45)

Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi hakikatnya adalah ujian untuk meningkatkan keimanan kita. Kita akan belajar untuk berserah diri dan meminta pertolongn hanya kepada Allah. Apapun yang terjadi,pada akhirnya adalah merupakan kebaikan bagi kita.

Betapa indahnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “betapa menakjubkan perkara seorang yang beriman, seluruh perkaranya adalah kebaikan, dan ini tidak terjadi kecuali hanya bagi orang yang beriman. Jika hal yang baik menimpa dirinya, dia bersyukur dan memuji Allah, maka ini adalah kebaikan untuknya. Apabiladia mengalami kesulitan-kesulitan, maka dia bersabar, dan ini merupakan kebaikan.(hadits riwayat Muslim).

Mintalah pertolongan kepada Allah agar Dia memudahkan urusan-urusan kita dan memberi kita kekuatan. Mintalah agar Allah melunakkan hati kedua orang tua anda sehingga mereka bisa menerima keislaman anda. Mintalah agar Allah selalumenjaga anda untuk tetap teguh imannya dan menjadikan anda sebagai pembawa hidayah bagi orang tua anda.

2. Berbicaralah pada orang yang anda percayai.
Berbagi ceritalah kepada teman muslim anda yang lebih berilmu. Carilah teman muslim yang ada padanya teladan bagaimana mengamalkan Islam yang benar. Mereka akan senantiasa memberi dukungan moral kepada anda.

Lalu bagaimana caranya menyampaikan keislaman anda pada orang-orang yang anda cintai?
Setiap orang tua tidaklah sama. Ada yang memiliki hubungan yang dekat dengan anak-anaknya, ada juga yang tidak. Ada yang akan memberikan dukungan pada apa yang menjadi pilihan anaknya, ada juga yang otoriter. Dalam berbagai kasus, ada baiknya anda memberitahukan kepada mereka bahwa kita telah mulai mempelajari tentang Islam, dan sesekali berbagi dengan mereka tentang hal-hal baru yang anda dapatkan ketika mempelajari Islam.
Anda berusaha untuk membuat mereka tidak begitu terkejut ketika anda mulai menyatakan keislaman anda. Lakukanlah dengan perlahan, anda yang lebih mengetahui bagaimana sikap yang harus diambil untuk menghadapi orangtua anda. Mungkin anda bisa melakukan shalat dengan sembunyi-sembunyi untuk sementara, sampai waktu yang tepat tiba, di sisi lain anda selalu berusaha untuk mengkondisikan agar anda bisa menyatakan keislaman anda.

bersambung..

Kabar Kejutan Untuk Keluarga Bag-2

Comments

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam