Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Tatacara Shalat Wajib 5 waktuBagaimana orang yang baru masuk islam mengerjakan shalat?
Bagaimana Seseorang yang Baru Masuk Islam Mengerjakan Shalat?

Kewajiban pertama bagi seseorang yang baru masuk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat atau pun bagi seorang muslim yang sudah lama meninggalkan shalat adalah memulai mengerjakan shalat 5 waktu dalam sehari semalam.

Seorang muslim diwajibkan untuk mengerjakan shalat dalam sehari semalam sebanyak 5 kali.

Kapan saja waktu shalat bagi seorang muslim?

  1. Di waktu fajar anda mengerjakan shalat subuh. 
  2. Lalu di tengah hari anda mengerjakan shalat dzuhur. 
  3. Beranjak sore, anda mengerjakan shalat ashar. 
  4. Memasuki waktu petang, anda mengerjakan shalat maghrib.
  5.  Diakhiri dengan shalat isya di waktu malam.


Untuk tepat dan praktisnya anda bisa melihat jadwal waktu shalat atau dari suara adzan yang dikumandangkan di masjid-masjid. Anda juga bisa melihat tentang masuknya waktu shalat di artikel kami terdahulu judulnya ‘Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Melihat Jam’.

Berikut ini tata cara shalat bagi pemula, laki - laki dan perempuan (tidak ada perbedaan tata cara shalat antara laki - laki dan perempuan).

Persiapan Sebelum Melaksanakan Shalat
Lalu apa apa saja yang harus anda persiapkan sebelum memulai shalat?
Sangat mudah sekali,

1. Arah kiblat
Yaitu arah kita menghadap dalam shalat. Kiblat kaum muslimin sedunia adalah ka’bah di Masjidil Haram yang berada di kota Mekkah Saudi Arabia. Secara umum jika anda tinggal di Indonesia atau negara-negara yang berada di sebelah tenggara dari kota Mekkah Saudi Arabia, maka arah kiblatnya adalah arah barat atau tepatnya barat laut.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda yang artinya, "Bila engkau berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu'mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah." (HR. Bukhari dan Muslim)


2. Pakaian
Seorang laki-laki muslim diharuskan memakai pakaian yang minimal bisa menutup auratnya dari pusar sampai ke lutut. Adapun seorang wanita muslimah, dia diharuskan memakai pakaian yang longgar(tidak menampakkan lekuk tubuhnya) yang dapat menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Dan pakaian yang dikenakan baik laki-laki maupun perempuan harus suci dari najis. Contoh najis: air kencing. Hendaknya memakai pakaian yang baik dan sopan ketika shalat.

3. Berwudhu (membersihkan diri)
Berwudhu adalah membersihkan diri dari najis dan kotoran dengan membasuhkan air ke anggota tubuh tertentu. Anda bisa membacanya di ‘Tata Cara berwudhu yang Benar Sesuai Sunnah Nabi’. Atau jika kondisi tidak memungkinkan untuk berwudhu dengan air, dia bisa bertayamum.

Adapun jika anda hadats besar, maka anda harus mandi besar dulu. Hadats besar contohnya setelah keluar mani dan bersetubuh atau setelah haidh dan nifas.

Memulai Shalat

Shalat harus dikerjakan dengan bacaan berbahasa arab dan dan kita diharuskan untuk menghafalnya. Mungkin anda butuh waktu untuk untuk mempelajarinya dan mempraktekkannya secara benar dan sempurna. Ketidakmampuan dalam berbahasa arab tidak seharusnya menghalangi anda untuk memulai mengerjakan shalat. Akan tetapi mulailah mengerjakan shalat sebatas kemampuan anda.
Firman Allah, “Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya”. (quran surat 2: 286)

Bagaimana Jika Saya Belum Hafal Bacaan Shalat?
Lalu apa yang harus dilakukan seseorang yang belum bisa apa-apa? Jika anda masih kesulitan dalam menghafal bacaan shalat, maka untuk sementara waktu tidak mengapa bagi anda untuk menuliskannya pada secarik kertas lalu membacanya dalam shalat.

Akan tetapi jika anda bahkan masih kesulitan untuk menulis bacaan-bacaan shalat pada secarik kertas, maka anda bisa membaca salah satu atau semua bacaan-bacaan simpel berikut ini pada setiap gerakan shalat(anda membaca arabnya saja):
• Sub-hanallah : Maha suci Allah
• Al-hamdu-lillah : Segala Puji Hanya Bagi Allah
• Allahu akbar :Allah Mahabesar
• Laa ilaaha illallah : tiada yang hak disembah kecuali Allah.

“Datang seorang laki-laki menemui Nabi saw, kemudian ia berkata, ‘Aku tidak bisa mengambil (hafal) sesuatu pun dari Al Qur an, maka ajarilah aku dengan sesuatu yang dapat menjadi penggantinya’ Maka Rasulullah saw bersabda, ‘Ucapkanlah Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, dan La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim…” (HR Abu Daud dan Ahmad)

Wajib bagi anda pada tahap ini untuk sesegera mungkin menghafal bacaan-bacaan shalat yang seharusnya.

Berikut ini adalah contoh gerakan dan bacaan shalat 2 rakaat (seperti dalam shalat subuh).

Kami sarankan anda segera belajar shalat secara langsung kepada seorang ustadz. Apa yang kami tulis ini hanya untuk sementara saja, karena terkait cara pengucapan bacaan shalat tidak cukup sekedar lewat tulisan, tetapi harus belajar langsung supaya lebih tepat.

1. Berdiri menghadap kiblat, pandangan mata mengarah ke tempat sujud. Hendaknya ada pembatas di depan tempat sujudnya, bisa berupa tembok atau benda apa saja yang agak tinggi, seperti tas, tongkat, tiang, dan lain - lain. Jadi, anda meletakkan sesuatu di depan tempat sujud anda sebagai pembatas (sutrah). Atau anda mendekat ke tembok, dan menjadikan tembok tersebut sebagai sutrah (pembatas). Pada contoh di bawah ini, sutrahnya adalah meja di depannya.

panduan cara shalat untuk pemula,

2. Berniat dalam hati bahwa anda akan melaksanakan shalat , apakah itu shalat ashar, maghrib atau isya, dan seterusnya.

3. Memulai shalat dengan membaca “Allaahu akbar” (Allah Mahabesar), sambil mengangkat kedua tangan anda sampai sejajar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke depan dengan jari-jari terbuka.


4. Lalu tangan diturunkan lagi untuk meletakkan kedua telapak tangan di atas dada dengan posisi: telapak tangan kanan berada di atas punggung pergelangan tangan kiri.


5. Kemudian membaca do’a iftiftah:

Ada beberapa macam bacaan iftitah, kami pilihkan salah satunya, (di baca arabnya saja)

Allahuma baa'id bainii wa baina khothooyaa ya ka maa ba'ad ta bainal masyriqi wal maghrib.
Allahumma naqqinii min khothooyaa ya ka maa yunaq qats tsaubul ab yadhu minad danas.
Allahummagh silnii min khothooyaa ya bil maa-i wats tsalji wal barad.

(Artinya : "Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan - kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan - kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan - kesalahan dengan air, es, dan embun.")    (HR. Bukhari)

Lalu membaca ta’awudz:
“ a’uudzu billaahi minasy-syaithaanirrojiim”, (artinya:aku berlindung kepada Allah, dari (godaan) syeitan yang terkutuk)

Lalu membaca “bismillaahirrahmaanirrahiim” (dengan nama Allah)

Membaca alfatihah:
“alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin// arrohmaanir rohiim// maalikiyaumid diin// iyyaaka na’budu wa iyyaa ka nasta’iin// ihdinash shiroothol mustaqiim// shirootholladzii na an’amta ‘alaihim// ghoiril maghdhuubi’alaihim//waladh dhooooolliin.
(artinya : Segala puji hanya milik Allah Rabb(Tuhan) semesta alam// yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang// Pemilik hari pembalasan// Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan// Tunjukilah kami jalan yang lurus// (yaitu) jalan orang - orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat// )

Membaca surat dalam al quran, sebagai contoh surat al ikhlas
“qul huwallaahu ahad// allaahush shomad// lam yalid// wa lam yuulad// wa lam yakullahuu kufuwwan ahad”. (   Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
·         Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia)

6. Ruku
Bertakbir seperti pada langkah no.3, lalu meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, lalu membaca do’a:

“Sub-haana robbiyal azhiim “ 3x (segala puji bagi Allah yang Maha Agung).

panduan cara shalat untuk pemula,


7. I’tidal
Bangun dari ruku, mengangkat kedua tangan sejajar bahu, sambil mengucapkan: “sami’allaahu li man hamidah”(Allah mendengar orang yang memuji-Nya).
Setelah tegak berdiri membaca:
robbanaa wa lakal hamdu”(ya Tuhan kami , bagi-Mu lah segela pujian).

panduan cara shalat untuk pemula,
i'tidal


8. Sujud
Turun sujud sambil membaca “allaahu akbar” (Allah Mahabesar)
Turun sujud dengan meletakkan kedua telapak tangan dilantai sebelum kedua lutut. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai, ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat,sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
”sub-haana-robbiyal a’laa” (Mahasuci Allah yang Maha Tinggi).

panduan cara shalat untuk pemula,
posisi sujud
panduan cara shalat untuk pemula,
posisi telapak kaki saat sujud


9. Duduk di antara dua sujud
Kemudian mengangkat kepala sambil mengucap “allaahu akbar”. Lalu duduk dengan tenang, melipat kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Telapak kaki kiri dipakai sebagai alas duduk. Jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Lalu membaca:
“allahummagh firlii, war hamnii, waj burnii, warfa’ni, wa’aafinii, warzuqnii”.
(ya Allah,ampunilah aku, sayangilah aku,tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku ‘afiat dan rezeki).



10. Sujud kedua
Turun sujud lagi, dengan meletakkan kedua telapak tangan ke lantai, dan kepala mencium lantai seperti pada gambar. Turun sujud sambil membaca “allaahu akbar” (Allah Mahabesar)
. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai,ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat, sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
”Sub-haana-robbiyal a’laa” (Mahasuci Allah yang Mahatinggi)


Rakaat kedua

  1. Bangkit berdiri dari tasyahud awal, membaca “Allaahu akbar” (Allah Mahabesar),
  2.  Setelah berdiri, letakkan kedua telapak tangan di atas dada dengan posisi: telapak tangan kanan berada di atas punggung pergelangan tangan kiri.
    panduan cara shalat untuk pemula,
    rakaat kedua
  3.  Lalu membaca “bismillaahirrahmaanirrahiim” (dengan nama Allah)

    Membaca alfatihah lagi yang ke tiga :
    “alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin// arrohmaanir rohiim// maalikiyaumid diin// iyyaaka na’budu wa iyyaa ka nasta’iin// ihdinash shiroothol mustaqiim// shirootholladzii na an’amta ‘alaihim// ghoiril maghdhuubi’alaihim//waladh dhooooolliin.
  4.  Ruku ke 2
    Bertakbir , mengucap Allahu akbar sambil mengangkat kedua tangan anda sampai sejajar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke depan dengan jari-jari terbuka.  , lalu turun meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, lalu membaca do’a:

    “Sub-haana robbiyal azhiim “ 3x (segala puji bagi Allah yang Maha Agung)
    panduan cara shalat untuk pemula,
    ruku rakaat 2
  5.  I’tidal ke 2
    Bangun dari ruku, mengangkat kedua tangan sejajar bahu, sambil mengangkat kedua tangan anda sampai sejajar bahu, posisi telapak tangan menghadap ke depan dengan jari-jari terbuka.mengucapkan: “sami’allaahu li man hamidah”(Allah mendengar orang yang memuji-Nya).
    Setelah tegak berdiri membaca:
    robbanaa wa lakal hamdu”(ya Tuhan kami , bagi-Mu lah segela pujian)
    i'tidal rakaat 2
  6.  Sujud
    Turun sujud sambil membaca “allaahu akbar” (Allah Mahabesar)
    Turun sujud dengan meletakkan kedua telapak tangan dilantai sebelum kedua lutut. Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai, ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat,sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
    ”sub-haana-robbiyal a’laa” (Mahasuci Allah yang Maha Tinggi)
  7.  Duduk di antara dua sujud
    Kemudian mengangkat kepala sambil mengucap “allaahu akbar”. Lalu duduk dengan tenang, melipat kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Telapak kaki kiri dipakai sebagai alas duduk. Jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Lalu membaca:
    “allahummagh firlii, war hamnii, waj burnii, warfa’ni, wa’aafinii, warzuqnii”.
    (ya Allah,ampunilah aku, sayangilah aku,tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku ‘afiat dan rezeki).
  8.  Sujud kedua
    Turun sujud lagi, dengan meletakkan kedua telapak tangan ke lantai, dan kepala mencium lantai seperti pada gambar. Turun sujud sambil membaca “allaahu akbar” (Allah Mahabesar)
    . Telapak tangan diletakkan di lantai sejajar bahu dengan jari-jari renggang menghadap kiblat. Dahi dan hidung diletakkan di lantai,ujung jari kaki dan lutut juga diletakkan di lantai. Ujung jari kaki juga menghadap kiblat, sedangkan kedua mata kaki dirapatkan. Lalu membaca,
    ”Sub-haana-robbiyal a’laa” (Mahasuci Allah yang Mahatinggi)
  9. Duduk tahiyat akhir / tasyahud akhir . Duduklah sebagaimana duduk di antara dua sujud no-7, hanya saja tidak persis seperti posisi duduk di langkah no -7, sekarang telapak kaki kiri kiri masuk  ke bawah pergelangan kaki kanan, dan mendudukkan pantat ke lantai. Kemudian mengacungkan jari telunjuk tangan kanan, sementara ibu jari memegang jari tengah. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.
    1. Lalu membaca bacaan tasyahud:

      AT TAHIY YATU LILLAAHI WASHSHALAWAATU WATH THOY YIBAT. ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA ‘IBAADILLAHISH SHAALIHIN"
      (Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan juga kebaikan. Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi dan juga rahmat dan berkahnya. Semoga keselamatan terlimpahkan atas kami dan hamba Allah yang shalih)

      Lalu membaca :
      Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu  warasuuluh.
      (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya)

      lalu dilanjutkan bacaan shalawat:

      ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD //WA’ALAA AALI MUHAMMAD// KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA AALI IBROOHIIM// INNAKA HAMIIDUM MAJIID // ALLOOHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD //WA’ALAA AALI MUHAMMAD// KAMAA BAAROKTA ‘ALAA AALI IBROOHIIM// INNAKA HAMIIDUM MAJIID (Ya Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi shalawat atas keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berilah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia).” (HR. Muslim no. 406)
 10. Mengucapkan salam

Menengok ke arah kanan sambil mengucapkan: "assalaamu'alaikum wa rohmatullah" (semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah atas kalian), lalu menengok ke arah kiri dengan mengucap kalimat yang sama. Selesai .


Itu adalah contoh shalat 2 rakaat yang kita kerjakan ketika kita shalat shubuh dan saat kita shalat sunnah.

Adapun saat kita shalat maghrib , kita mengerjakannya tiga rakaat. Lihat caranya di sini.

Sedangkan untuk shalat  dzuhur, ashar, dan isya', kita mengejakannya 4 rakaat. Lihat tata caranya di sini.


Selesai.



referensi :

  1. Al Albani, Muhammad Nashiruddin. 2000. Sifat Shalat Nabi. Yogyakarta : Media Hidayah

Comments

  1. […] mengingat Allah, dan terjaga dari perbuatan maksiat. tata cara pelaksanaan shalat bisa anda baca di Tata Cara Shalat 5 Waktu . 3. Membayar Zakat. Zakat adalah harta yang diambil dari orang yang kaya, untuk di berikan kpada […]

    ReplyDelete
  2. aSSALAMUALAIKUM WR. WB..
    SAYA SEORANG MUSLIMAH, KMDUIAN CALON SUAMI SAYA SEORANG MUALLAF. APAKAH BOLEH SAYA MENGAJARKANNYA TENTANG SHALAT DAN YANG LAINNYA SEDANGKAN SAYA BELUM SAH MENJADI ISTRINYA??
    MHN PENJELASANNYA...
    TERIMAKASIH.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Wa 'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh. Selamat datang di blog ini, dan sebelumnya kami ucapkan selamat atas keislaman calon suami anda. Semoga beliau istiqomah. Kemudian terkait apakah boleh bagi anda mengajarkan tata cara shalat dan yang lainnya kepada calon suami anda, maka boleh - boleh saja. Akan tetapi caranya harus syar'i, sesuai aturan agama. Anda berdua karena belum menikah,maka berlaku bagi anda larangan untuk berduaan, walaupun untuk alasan mengajarkan agama. Manusia diciptakan sangat lemah, dan agama ini menjaga manusia, agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Lalu bagaimana caranya mengajarkan agama kepadanya tanpa berduaan (khalwat)? caranya, anda bisa meminjamkan kepadanya buku tata cara shalat, dan buku - buku tentang keislaman kepadanya. Atau dengan mengajaknya hadir di majelis taklim. Carikan untuknya teman laki - laki yang shalih dan berilmu, sehingga dia bisa bertanya tentang agama dengan lebih intensif. Jika anda ingin membimbingnya secara langsung, hendaknya pertemuan kalian disertai dengan mahram anda, bisa kakak laki - laki anda, ayah anda, adik laki - laki anda yang sudah baligh, paman anda, dan seterusnya. Alangkah baiknya anda berdua bersegera untuk menikah, sehingga anda bisa lebih intensif membimbingnya untuk memperdalam agama. Wallahu a'lam.

      Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat(berduaan) dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih sangat membantu bagi saya yang ingin belajar

    ReplyDelete
  5. Terimakasih sangat membantu bagi saya yang ingin belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf , bacaan shalat kemarin ada yang kurang, sudah saya ralat di langkah no 12

      Delete
  6. sangat membantu bagi pemula yang ingin belajar dan ingin tau lebih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih, selamat belajar...

      Delete
    2. untuk tata cara shalat yang terdahulu telah kami revisi.Silahkan cek yang terbaru di atas.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam