Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah

Beriman Kepada Nabi dan Rasul Allah
Allah menyampaikan pesan dan risalahnya kepada umat manusia melalui perantara nabi dan rasul. Lalu siapakah sebenarnya utusan (Rasul) Allah itu? Apakah mereka manusia biasa seperti kita ataukah mereka semacam makhluk asing dari langit? lalu apa pesan yang dibawa oleh para utusan Allah itu? Pada kesempatan kali ini kami berusaha untuk menyajikannya untuk anda.

“Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-quran) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya,kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata),”kami tidak membeda-bedakan seorangpun dari rasul-rasul-Nya”. Dan mereka berkata,”kami dengar dan kami taat.ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. (quran surat2:285).


Allah menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia melalui perantaraan utusan-utusan-Nya. Allah telah memilih mereka untukmembawa pesan-Nya kepada umat manusia. Pesan-pesan Ketuhanan hanya disampaikan melalui para utusan(rasul). Inilah system komunikasi antara Sang Pencipta dengan ciptaan-Nya. Dalam menyampaikan pesan-Nya, Allah tidak mengirim seorang malaikat kepada tiap-tiap manusia satu per satu tidak pula dengan membuka ‘pintu langit’ sehingga manusia bisa mendaki ke langit untuk menerima pesan-pesan Tuhan. Akan tetapi Allah menyampaikan pesan-pesan-Nya dengan cara menjadikan seorang Rasul dari umat manusia, kemudian memberikan wahyu kepadanya untuk disampaikan kepada umat manusia. Allah hanya memilih manusia berjenis kelamin laki-laki untuk dijadikan sebagai Rasul. Tidak ada pula dari bangsa malaikat yang Allah jadikan sebagai rasul yang akan menyampaikan risalah-nya kepada umat manusia.
Seorang rasul menyampaikan risalah Tuhan dengan seutuhnya tanpa ada yang disembunyikan ataupun ditambah-tambahi maupun dikurangi. Mengingkari seorang Rasul berarti sama saja dengan mengingkari Dzat yang telah mengutusnya. Membangkang dari apa yang diperintahkan Rasul sama saja dngan membangkang terhadap Dzat yang telah memerintahkannya. Mengingkari seorang rasul saja tak ubahnya dengan mengingkari para rasul seluruhnya.
Secara lebih spesifik, beriman kepada rasul Allah berarti:
1. Allah telah mengutus kepada setiap bangsa seorang rasul dari bangsa mereka sendiri, untuk mengajak kepada penyembahan kepada Allah saja dan untuk meninggalkan penyembahan-penyembahan bathil kepada selain Allah.
“dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau,”apakah Kami menentukan sambahan-sambahan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”
2. Mengimani seluruh nabi dan rasul, baik yang telah Allah sebutkan namanya dalam kitab-Nya maupun yang belum.
“dan sungguh kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), diantara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu.(quran40:78)
Kemudian anda beriman bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul yang terakhir untuk seluruh umat manusia sampai hari kiamat.
“Muhammad bukanlah bapak untuk salah seorang laki-laki diantara mu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi.(quran33:40)

Nabi shallallahu’alaihiwa sallam bersabda,”tidak ada nabi setelahku” (shahih bukhari dan muslim)

Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam diutus dengan membawa hukum dan syariat yang berlaku hanya pada masa nabi tersebut dan terbatas hanya untuk umatnya saja. Sadangkan Nabi Muhammad Shallallhu’alaihi wa sallam diutus dengan membawa hukum dan syariat yang berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat dan berlaku untuk semua bangsa, sehingga sudah tidak ‘dibutuhkan lagi adanya nabi lain yang diutus. Kemudian diantara umat terdahulu ada umat yang diutus tidak hanya satu orang nabi saja kepadamereka dikarenakan ada diantara mereka yang mengubah-ubah ajaran para nabi, sehingga dibutuhkan nabi lagi untuk meluruskannya kembali. Adapun agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam , maka Allah telah menjamin akan menjaga kemurniannya sampai hari kiamat.

3. Mengimani segala yang disabdakan oleh para nabi.
4. Mengikuti hukum dan syariat nabi yang Allah utus kepada kita.

“maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau(Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.(quran 4:65)
Tujuan Diutusnya para Nabi dan Rasul
Apa tujuan diutusnya para nabi dan rasul?
1. Membebaskan umat manusia dari penyembahan kepada sesama makhluk, menuju penyembahan yang hak hanya kepada Sang Pencipta.
2. Menjelaskan kepada umat manusia akan tujuan dari penciptaan mereka yakni menyambah dan mengabdi hanya kepada Allah Sang Pencipta.
3. Menegakkan hujjah kepada umat manusia dengan mengutus para rasul, sehingga tidak ada alasan bagi mereka di hari kiamat bahwa mereka tidak mengetahui agama yang benar.
4. Mengabarkan kepada manusia beberapa hal-hal yang gaib, seperti adanya Allah, malaikat, surga, neraka, dan sebagainya.
5. Menjadi contoh nyata bagi umat manusia dalam moral dan kebenaran.
6. Mensucikan jiwa manusia dari noda-noda materialism dan dosa-dosa.

Pesan Para Nabi dan Rasul
Risalah pokok yang dibawa oleh semua nabi dan rasul kepada umatnya adalah untuk mengajak manusia agar berserah diri dan menyembah hanya kepada Allah dan meninggalkan segala bentuk penyembahan kepada selain Allah. Itulah sisalah yang dibawa oleh Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa (Yesus), Nabi Muhammad dan juga nabi-nabi yang lainnya.
“dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum engkau(Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Aku, maka sembahlah Aku”. (quran21:25).
Adapun hukum dan syariat yang mereka bawa berbeda, masing-masing sesuai dengan masa di mana nabi tersebut diutus.
“Untuk setiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang”. ( quran5:48)
Sedangkan risalah pokok mereka sama yaitu penyembahan hanya kepada Allah saja. Inilah Islam. Penyerahan diri hanya kepada Allah.
”Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam”. (quran 3:19)

Allah telah memilih manusia terbaik diantara laki-laki mereka untuk menjadi seorang nabi yang membawa agamanya. Allah telah memilih diantara mereka siapa yang Dia kehendaki. Mereka adalah yang terbaik secara moral, memiliki mental dan fisik yang bagus, Allah menjaga mereka dari mengerjakan dosa-dosa besar. Mereka juga tidak pernah salah dalam menyampaikan risalah. Ada banyak nabi dan rasul yang telah diutus kepada seluruh umat manusia, kepada seluruh bangsa, kepada seluruh ras di seluruh permukaan bumi. Di antara manusia ada yang mendustakan mereka, di sisi lain adapula yang berlebih-lebihan memuja mereka dan menjadikan mereka sesembahan selain Allah seperti yang dilakukan kepada Nabi Isa. Padahal yang sebenarnya adalah bahwa mereka hanyalah manusia biasa yang diutus Allah. Mereka makan, minum, menikah, dan hidup normal sebagaimana manusia biasa lainnya. Mereka tidak memiliki hak untuk disembah, bahkan mereka senantiasa berserah diri dan menyembah hanya kepada Allah saja. Mereka tidak mengetahui hal-hal yang gaib kecuali sebatas apa yang Allah wahyukan kepada mereka. Mereka juga sama sekali tidak berpartisipasi dalam penciptaan langit dan bumi bersama Allah.

Demikianlah pembahasan kita berkaitan dengan beriman kepada nabi dan Rasul.

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH