Memilih Teman Yang Baik

Mencari Teman Yang Baik
Mencari Teman Yang Baik
Selektif dalam memilih teman dan pergaulan dapat membantu seorang muslim untuk menjaga agamanya. Kita semua menyadari betapa besar pengaruh yang bisa seseorang dapatkan dari pergaulan dengan teman sebayanya. Apalagi ada sebuah hadits bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda(yang artinya),
“seseorang itu ada pada agama teman dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa dia berteman dekat” (hadits riwayat abu dawud).

Pada kenyataannya pada dua orang yang berteman dekat biasanya memiliki hal yang sama. Memiliki minat dan hobi yang sama. Mereka biasanya juga memiliki hubungan yang sangat baik. Saling berusaha untuk menyenangkan temannya dengan melakukan hal-hal yang disukai teman dekatnya. Karena inilah, mereka biasanya memiliki jalan hidup yang sama. Seorang preman akan memiliki teman dekat yang juga preman. Seseorang yang “mengabdikan” dirinya untuk ilmu pengetahuan dan teknologi, juga akan memiliki seorang atau lebih ilmuwan sebagai teman dekatnya. Begitu juga dengan seseorang yang bersemangat untuk memperdalam ilmu agama, dia akan nyaman berteman dengan seseorang yang alim.
Ketika seseorang memiliki teman dekat yang ahli maksiat, maka temannya ini akan memengaruhinya untuk mencoba berbuat maksiat juga. Atau paling tidak, temannya yang ahli maksiat ini tidak akan menganjurkannya untuk berbuat kebaikan. Di sisi lain,ketika seseorang selektif dalam mencari teman dan pergaulan, dan hanya berteman dekat dengan orang-orang yang shalih, maka teman-temannya ini akan menyemangatinya agar selalu berbuat kebaikan, dan menasehatinya jika dia terjerumus dalam kemaksiatan. Contoh nyata tentang hal ini dalam kehidupan sehari-hari kita adalah ketika anda memilikiteman yang melalaikan shalat 5 waktu, maka tatkala adzan tiba, teman ini akan “mencegah” anda dari berangkat menuju shalat tepat waktu. Atau paling tidak anda akan merasa sungkan untuk meninggalkannya sendirian demi memenuhi panggilan adzan dan bersegera ke masjid.
Allah berfirman,”dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zhalim menggigit dua jarinya,(menyesali perbuatannya) seraya berkata,’wahai, sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan(al quran) ketika (al quran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia”. Quran 25:27-29
Hal-hal ini sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim yang baru saja masuk Islam. Agar anda tidak salah melangkah dalam memilih pergaulan di tengah lingkungan yang baru bagi anda. Kami doakan agar anda bisa lekas diterima di lingkungan baru anda tanpa mengorbankan agama anda.
Demikianlah sedikit tulisan tentang memilih teman yang baik . Semoga anda mendapatkan teman dan lingkungan yang baik, yang menjadi pendorong bagi anda untuk selalu meningkatkan ketaqwaan anda. Allahumma shalli ‘ala Muhammad. Wal hamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Comments

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam