Kehidupan Sehari-hari Seorang Muslim bagian 1

Kehidupan Sehari-hari Seorang Muslim
Bagi seorang muslim, masa hidupnya adalah nikmat yang tidak ternilai harganya. Hidupnya adalah kesempatan untuk menambah bekal menuju kehidupan di akhirat. Sehingga pada akhirnya, seorang muslim harus cerdas dalam menjalani kehidupannya, bagaimana dia bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan hidup yang Allah berikan.

Dia akan selektif dalam beraktifitas, mana aktifitas yang bermanfaat, mana aktifitas yang cenderung sia-sia bahkan menimbulkan kerugian di kemudian hari.

Pada dasarnya setiap aktifitas yang dilakukan seorang muslim dapat bernilai ibadah jika dia melakukannya dengan niat untuk mencari keridhoan Allah. Aktifitas yang mungkin nampak remeh,akan tetapi jika dilakukan secara berkelanjutan dan ikhlas hanya mengharap ridho Allah, maka akan menjadi amal yang mendatangkan banyak pahala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan dengan rutin walaupun sedikit”. (HR. Muslim no.783)
Kita tidak dituntut untuk melakukan amalan yang fantastis dalam kehidupan kita untuk mendapatkan pahala, akan tetapi cukup mengerjakan secara rutin amalan-amalan yang mudah bagi kita, seperti membaca al-quran, berdzikir, dan amalan-amalan mudah lainnya.

Dengan mengerjakannya seecara rutin, kita akan mendapatkan kepuasan bagi hati kita, dan akan menjaga kita untuk senantiasa berada di jalan yang lurus.

Barangkali banyak di antara kita adalah pelajar atau pekerja yang bekerja sepanjang hari. Ada yang seorang pensiunan, ada ibu rumah tangga, dan lain-lain, yang intinya kaum muslimin itu beragam.

Mereka memiliki kehidupan dan ritme aktifitas yang berbeda-beda. Islam tidak menuntut kita untuk menjadi petapa yang meninggalkan seluruh aktifitas duniawi, lalu menghabiskan hidupnya menyepi di tempat ibadah ataupun di gua-gua untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah.

Bahkan Islam membawa keselarasan dan keseimbangan yang proporsional antara kehidupan duniawi dengan amalan-amalan yang berorientasi akhirat. Artikel yang anda baca ini berusaha memberi gambaran sederhana bagaimanakah kehidupan sehari-hari seorang muslim.

Awal Pagi
1. Hal pertama yang dilakukan seorang muslim ketika bangun tidur adalah bersyukur, berterimakasih kepada Allah atas nikmat hidup seraya mengucapkan doa,
“Alhamdulillaahil ladzi ahyana ba’da maa amaatana wa ilaihin nusyuur”,
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami dikembalikan”.

2. Hal kedua yang seorang muslim lakukan di awal pagi adalah melakukan wudhu atau jika perlu mandi junub bagi yang junub. Kemudian diikuti dengan mendirikan ibadah shalat subuh 2 raka’at.

Seorang muslim seharusnya shalat di awal waktu, ketika telah masuk waktu shalat. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai amalan apa yang paling dicintai Allah. Beliau menjawab,”Shalat yang dilaksanakan tepat pada waktunya”. (shahih al bukhari).
Seorang muslim hendaknya pula melaksanakan shalat dengan penuh konsentrasi dan khusyu’, mengingat shalat adalah amalan yang akan dihisab pada hari kiamat.

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,”Ketika kamu berdiri untuk shalat, maka lakukanlah seolah-olah itu adalah shalat terakhirmu”.. (Hadits riwayat Ahmad)

3. Jika memiliki kelonggaran waktu dia bisa melanjutkan dengan membaca bacaan-bacaan dzikir pagi yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Insya Allah akan kami rinci pada artikelyang akan datang mengenai bacaan dzikir pagi dan petang.

Sarapan pagi
4. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk ciptaan-Nya. Allah telah menyediakan di alam ini makanan alami yang bisa kita konsumsi. Rasulullah pun juga mengkonsumsi makanan alami yang baik yang tersedia di sekitar beliau, seperti kurma, susu, minyak zaitun, madu, daging, gandum, dan sebagainya.

5. Kemudian dalam menyantap makanan tersebut, seorang muslim mengawalinya dengan membaca bacaan, “bis millah” (dengan nama Allah), mengambil makanan dengan tangan kanan, sebagaimana yang Rasulullah ajarkan tentang etika makan kepada seorang pemuda yang makan bersama beliau,, “Sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat darimu”. (shahih al bukhari)

6. Seusai menyantap makanan bersyukurlah kepada Allah, seraya membaca “Alhamdulillah” (segala puji milik Allah).

7. Hindarilah makan berlebihan, karena hal itu tidak sehat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

مَا مَلأَ اَدَمِيٌّ وِعَاءً شَـرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسَبِ بْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صَلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَـثُلُثٌ ِلطَعَامِهِ وَثُلُثٌ ِلشَرَابِهِ وَثُلُثٌ ِلنَفَسِهِ
Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika dia harus mengerjakannya maka hendaklah dia membagi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya”. Hadits tirmidzi

8. Jika hendak pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah atau menuntut ilmu, atau kepentingan lainnya, maka seorang muslim harus berserah diri, bertawakal hanya kepada Allah seraya membaca doa: “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula wa la quwwata illa billah”.(dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal(bergantung) kepada Allah, tiada daya dan upaya selain Allah). Hadits abu dawud.

bersambung

Comments

  1. […] artikel sebelumnya ,Kehidupan SKehidupan sehari-hari Seorang Muslim, maka kita menginjak pada bagian apa yang dilakukan seorang muslim di waktu siang sampai malam […]

    ReplyDelete

Post a Comment

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi