Islam Menindas Wanita? (Pencitraan Negatif Terhadap Islam Bag-2)




Kedudukan wanita dan laki-laki dalam IslamIslam Menindas Kaum Wanita?

Salah satu tuduhan kepada Islam adalah bahwa Islam menindas kaum wanita. Kaum wanita dalam masyarakat Islam terbelakang dan dibatasi akses pendidikannya. Benarkah demikian?

Islam menempatkan kaum wanita pada tempat yang terhormat dalam setiap fase kehidupannya. Ketika seorang wanita masih menjadi seorang putri dari kedua orang tuanya, dia adalah pembuka pintu surga bagi orang tuanya.
Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengurus dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa maka ia datang di hari kiamat bersamaku.” , beliau merapatkan jari-jemarinya. (HR. Muslim)

 Kemudian ketika dia menjadi seorang isteri, maka dialah yang menjadi penyempurna separuh agama suaminya.
“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).

 Lalu ketika ia telah menjadi seorang ibu, maka dialah orang yang seorang anak harus berbakti 3 kali terlebih dahulu sebelum berbakti kepada ayahnya.
 Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Seorang laki-laki muslim dituntut untuk memperlakukan seorang wanita secara terhormat dalam setiap fase kehidupannya, karena Islam telah meminta agar seorang wanita haruslah diperlakukan secara terhormat dan adil.

Kedudukan wanita dan laki-laki dalam Islam

Di dalam Islam, seorang wanita sebagaimana laki-laki, diperintahkan untuk beriman kepada Allah dan beribadah hanya kepada Allah. Wanita sejajar dengan laki-laki dalam hal mendapatkan balasan kebaikan di akhirat kelak atas amal-amalnya di dunia.
“dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dizhalimi sedikitpun..(qs 4: 124).

Islam memberikan kepada kaum wanita hak kepemilikan harta dan memiliki hak penuh untuk mengelola hartanya. Hal ini memberikan hak formal kepada seorang wanita untuk mendapatkan harta warisan dan mendapatkan pendidikan. Seorang wanita dalam Islam memiliki hak untuk menerima ataupun menolak lamaran nikah sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Lalu ketika ia telah menikah, seorang wanita tidak memiliki kewajiban untuk bekerja mencari nafkah untuk keluarganya dan tidak memiliki kewajiban juga untuk memberi nafkah untuk keluarganya. Islam juga memberikan kepada seorang wanita hak untuk menuntut perceraian jika memang dibutuhkan sesuai yang telah diatur dalam syariat.

Wanita muslimah tidak memiliki akses pendidikan?

Tentu anggapan bahwa wanita dalam Islam tidak memperoleh akses pendidikan yang memadai adalah tidak tepat. Baik laki-laki maupun wanita mempunyai kewajiban yang sama dalam hal menuntut ilmu, maka bagaimana mungkin wanita tidak mendapatkan akses yang memadai dalam menuntut ilmu.
Simaklah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,
طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Mencari ilmu itu merupakan kewajiban bagi seorang muslim.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Adi dan Baihaqi dari Anas radhiyallahu ‘anhu )

Bukti nyata  yang membantah anggapan tersebut adalah apa yang terjadi di zaman Nabi Muhammad.  Saat itu bahkan kaum wanita memiliki waktu khusus untuk mendengarkan pengajaran ilmu langsung dari Rasulullah.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah memborong waktumu. Oleh karenanya peruntukkanlah untuk kami sebuah waktu khusus yang engkau tetapkan sendiri. Pada waktu itu kami akan mendatangimu lalu engkau ajarkan kepada kami ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Berkumpullah kalian pada hari ini dan ini di tempat ini.”  Kaum wanita pun berkumpul, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendatangi mereka dan mengajari mereka ilmu yang telah Allah ajarkan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sayangnya, dalam kenyataannya memang ada sebagian wanita muslim yang tertindas, dan kebanyakan dari mereka tidak peduli terhadap hak-hak seorang wanita dan wanita akhirnya menjadi korban dari penyimpangan kultural ini yang sebenarnya tidak sesuai dengan ajaran Islam.  

Para tokoh, kelompok masyarakat, dan pemerintahan yang mengklaim sebagai muslim masih banyak yang gagal dalam menerapkan prinsip Islam mengenai hak-hak seorang wanita. Jika saja wanita mendapatkan hak-haknya sebagaimana yang telah diatur dalam syariat Islam, maka tentu saja tidak akan ada lagi wanita yang tertindas dalam masyarakat muslim. 

Untuk menutup tulisan ini, mari kita simak sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam berikut,


Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH