Islam Agama Buatan Nabi Muhammad Pada Abad Ke-7 M? (Pencitraan Negatif Terhadap Islam Bag-4)



islam agama buatan siapaIslam adalah agama yang dibuat-buat oleh Nabi Muhammad, dan al qur-an tidak lain hanyalah kitab yang ditulis oleh Nabi Muhammad. Begitulah salah satu tuduhan dusta kepada agama Islam oleh para musuh-musuh Islam. Ternyata tuduhan seperti ini tidak hanya muncul baru-baru ini saja.

Tuduhan bahwa Nabi Muhammad yang menulis al qur-an telah muncul bahkan sejak zaman Nabi Muhammad masih hidup.
 
Musyrikin Quraisy Meragukan Kebenaran Al Qur-an
Ketika orang –orang musyrikin quraisy mulai putus asa dalam menghadapi perkembangan dakwah Islam yang begitu pesat dan dapat mengancam kepentingan mereka di jazirah arab, mereka mulai menyebarkan keraguan tentang orisinalitas al qur-an sebagai wahyu dari Allah.
Padahal kitab suci al qur-an adalah kitab yang diturunkan dari Allah kepada Nabi Muhammad, melalui perantaraan malaikat Jibril.

“dan apabila mereka dibacakan ayat-ayat kami yang jelas, orang-orang yang kafir berkata, ketika kebenaran itu datang kepada mereka,”ini adalah sihir yang nyata”. Bahkan mereka berkata,”dia(Muhammad) telah mengada-adakan alqur-an”… (qur-an surat al ahqaf :7-8)

Nabi Muhammad Buta Huruf

Pada kenyataannya adalah bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis), beliau tidak bisa membaca dan menulis, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam alqur-an,

“dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab sebelum (al qur-an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu, sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya. (QS al ankabut : 48)

Bagaimana mungkin al qur-an ditulis oleh Nabi Muhammad, sedangkan Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, tidak pernah membaca kitab apapun sebelumnya.

Nabi Muhammad Pernah Ditegur di dalam Al Qur-an
Bukti bahwa al Qur-an bukan karangan Nabi Muhammad adalah adanya teguran kepada Nabi Muhammad di dalam al qur-an, tepatnya pada ayat di bawah ini :


  1. dia bermuka masam dan berpaling
  2. karena seorang buta menemuinya,
  3. tahukah kamu barangkali orang itu ingin memperbaiki diri,
  4. atau orang itu ingin dinasihati, lalu pengajaran itu bermanfaat untuk dirinya?
  5. adapun (terhadap) orang yang merasa diri cukup,
  6. maka kamu meladeninya,
  7. padahal bukan tugasmu sekiranya ia tidak membersihkan diri (beriman)
  8. dan adapun orang yang berupaya menemuimu dengan bersegera,
  9. sambil berharap-harap cemas,
  10. maka kamu meremehkan orang itu,
  11. jangan demikian! sungguh dalam hal yang demikian itu terdapat suatu pelajaran,
  12. maka barangsiapa menghendaki, maka orang itu memperhatikan yang demikian,
  13. tentang lembaran-lembaran yang mulia,
  14. yang istimewa, yang kudus,
(QS Abasa ayat 1-14 )
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam. Kemudian datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah membacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. Tetapi Rasulullah  bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu. Inilah salah satu bentuk penjagaan Allah kepada Rasulullah, agar beliau selalu berada dalam kebenaran.

Seandainya al Qur-an benar - benar karangan Nabi Muhammad pada abad ke 7, lalu apakah logis, seseorang mencela dirinya sendiri di dalam karangannya, sebagaimana pada surat 'abasa di atas?

Bukti Kemurnian Al Qur-an

Bukti lainnya adalah, bahwa di dalam  al qur-an penuh dengan fakta-fakta ilmiah yang baru terungkap pada masa sekarang. Bagaimana mungkin sebuah kitab yang ditulis oleh seorang laki-laki arab 1400 tahun yang lalu bisa mengungkapkan fakta-fakta ilmiah yang baru sekarang terungkap kebenarannya dan diterima sebagai fakta ilmiah oleh para ilmuan.

Perkembangan Janin di dalam Rahim

"Dia menjadikan kamu di dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan, tidak ada Sesembahan (yang berhak disembah ) selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Quran 39 :6)
 ''Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ...." 


 Bagaimana seorang laki-laki arab 1400 abad yang lalu bisa menjelaskan dengan detail apa yang terjadi pada benih manusia di dalam rahim seorang ibu? 

Batas dua lautan
islam agama buatan siapa

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar-Rahman:19-20)

"Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." (QS Al Furqan:53).


Bagimana seorang laki-laki penggembala kambing yang tinggal di tengah padang pasir 1400 tahun yang lalu bisa menjelaskan adanya batas pemisah antara dua lautan? Penjelasan ilmiah mengenai batas dua lautan bisa anda dapatkan di sini. Dan masih banyak lagi, yang semua itu baru diterima sebagi fakta ilmiah di abad kemajuan teknologi zaman kita sekarang ini.

Islam adalah agama penyerahan diri kepada Tuhan, menawarkan kedamaian dan keamanan yang akan terwujud jika manusia hidup dengan menjalankan syariatnya. Islam adalah agama tauhid, menunggalkan peribadatan hanya kepada Allah. Sepanjang sejarah, setiap orang yang mempraktikkan tauhid (monoteisme) dalam artian dia menunggalkan ibadah dan pengabdian hanya kepada Allah tanpa mempersekutukan dengan apapun juga, maka dia adalah seorang Muslim.

 Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) berkata kepada Isa: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri." (Al-Imran 3:52) 

Manusia telah mengamalkan Islam sejak manusia pertama, Nabi Adam. Sepanjang sejarah umat manusia, Allah telah menurunkan para nabi dan rasul dengan pesan yang sama, untuk mengajak kepada tiap-tiap umatnya untuk mengesakan penyembahan hanya kepada Allah. Adapun syariatnya bisa bebeda-beda, tetapi inti seruan mereka sama, yakni seruan tauhid bahwa hanya kepada Allahlah kita harus beribadah. Demikianlah yang didakwahkan oleh para nabi sejak Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, NabiMusa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman,  Nabi Yusuf, Nabi Isa sampai Nabi yang terakhir Nabi Muhammad. Para nabi dan umatnya, semuanya adalah muslim.

(Ikutilah) agama orang tuamu, Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu ...." [Al-Hajj : 78]

“dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada sesembahan (yang hak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku” (qs al anbiya : 25)

Akan tetapi, pesan utama para Nabi terdahulu telah hilang dan mengalami penyimpangan seiring berjalannya waktu. Akhirnya diutuslah Nabi Muhammad untuk meluruskan kembali seruan para rasul yang terdahulu, yang telah disimpangkan oleh manusia. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus sebagai penutup para nabi yang ajarannya akan terjaga keasliannya sampai datangnya hari kiamat.

“barangsiapa yang mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan akhirat dia akan termasuk orang yang rugi” (qs ali imron: 85)

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi