Islam Melanggar Hak Asasi Manusia (Pencitraan Negatif Terhadap Islam Bag 6)


Islam Melanggar Hak Asasi ManusiaSering kita ketahui dari berita-berita baik di media online maupun offline mengenai adanya perjuangan para aktivis pejuang hak asasi manusia. Mereka menuntut agar di dunia ini, hak asasi manusia ditegakkan.
Sangat disayangkan, tidak jarang mereka juga melawan sebagian ajaran agama Islam yang menurut mereka tidak sejalan dengan ide hak asasi manusia mereka.
Mereka menganggap bahwa menggunakan hijab bagi wanita muslimah adalah sebuah bentuk diskriminasi gender terhadap kaum wanita. Kenapa hijab hanya wajib bagi wanita dan tidak bagi laki-laki? Begitu juga dalam banyak aspek kehidupan yang diatur oleh syariat Islam, masalah warisan, masalah pernikahan, dan masih banyak lagi yang mendapat penentangan keras dari kaum pejuang hak asasi manusia ini.

Sebenarnya apakah benar, bahwa Islam dan segenap hukum-hukumnya melanggar hak-hak asasi manusia?
Pada kenyataanya Islam menyediakan  banyak perlindungan pada hak-hak asasi manusia. Berikut ini akan kita baca hak-hak asasi manusia yang mendapat perlindungan syariat Islam.

Islam Menjaga Kehidupan, Kehormatan, dan Harta Individu

Kehidupan, kehormatan, dan harta benda setiap warga negara dalam sebuah negara Islam adalah haram (terjaga) , baik dia seorang muslim ataupun non-muslim. Maka dalam agama Islam, melanggar ataupun merampas kehidupan, harta benda, dan kehormatan orang lain adalah sesuatu yang dilarang.

"Saat haji Wada' Rasulullah SAW bersabda, 'Ketahuilah, bahwa hari yang sangat dihormati di antara hari-hari adalah hari kalian ini. Ketahuilah, bahwa bulan yang sangat dihormati di antara bulan-bulan adalah bulan kalian ini. Ketahuilah, bahwa negeri yang paling dihormati dari negeri-negeri adalah negeri kalian ini. Ketahuilah, bahwa darah dan harta kalian adalah haram bagi kalian sebagaimana kehormatan hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini. Ketahuilah, apakah aku telah menyampaikan?' Mereka menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Ya Allah, persaksikanlah'." (H.R. Ibnu Majah) Shahih.

Rasisme adalah hal yang terlarang dalam Islam, sebagaimana yang terdapat dalam al qur-an yang membicarakan tentang kesetaraan manusia.

“wahai manusia, Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan telah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa...” (qur-an 49:13)

Islam mengingkari adanya pengutamaan terhadap individu ataupun suatu bangsa hanya berdasarkan harta, kekuasaan, ataupun ras mereka. Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan yang setara, yang membedakan hanyalah tingkat keimanan dan ketakwaan mereka.

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “wahai manusia, Tuhan kalian adalah satu dan bapak kalian juga satu (Nabi Adam), seorang arab tidak lebih baik dari orang non-arab, dan non-arab tidak lebih baik dari orang arab , dan orang berkulit merah tidak lebih baik dari orang yang berkulit hitam, dan orang berkulit hitam tidak lebih baik dari orang berkulit merah, kecuali dengan ketakwaan”. (hadits riwayat Ahmad).
Salah satu persoalan besar yang dihadapi manusia hari ini adalah persoalan rasisme. Kemajuan teknologi mampu mengirim manusia ke bulan akan tetapi tidak mampu untuk menghentikan kebencian dan pelecehan terhadap sesama manusia.
Adapun Islam, maka sejak zaman hidup Nabi, Islam telah menampilkan contoh nyata bagaimana rasisme bisa dihentikan. Ibadah haji tahunan ke Mekkah adalah contoh nyata persaudaraan Islam lintas ras dan bangsa, di saat sekitar 2 juta manusia dari seluruh dunia berziarah ke Mekkah untuk menjalankan ibadah haji.

Islam Agama Keadilan

“sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil…” (qur-an 4 : 58).

Di antara yang diserang oleh aktivis hak asasi manusia pada hari ini adalah syariat Islam mengenai harta warisan. 

Allah berfirman :"Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu, bagianseorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan…”.( qur-qn surat an-Nisa': 11)

Mereka menganggap bahwa pembagian waris bagi anaka laki-laki adalah 2 bagian anak perempuan sebagaimana yang di tetapkan oleh syariat Islam adalah hukum yang tidak adil dan diskriminatif. Padahal dalam pambagian warisan menurut Islam seperti itu,terdapat hikmah yang besar, dan keadilan  itu tidak harus sama, tetapi sesuai proporsinya. Di antara hikmah pembagian waris anak laki-laki dua bagian dua wanita adalah : (http://ryanalviana.blogspot.com)

1.  Dalam Islam kaum wanita selalu harus terpenuhi kebutuhan dan keperluannya, dan dalam hal nafkahnya kaum wanita wajib diberi oleh ayahnya, saudara laki-lakinya, anaknya, atau siapa saja yang mampu di antara kaum laki-laki kerabatnya. 

2. Dalam Islam kaum wanita tidak diwajibkan memberi nafkah kepada siapa pun di dunia ini. Sebaliknya, kaum lelakilah yang mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah kepada keluarga dan kerabatnya, serta siapa saja yang diwajibkan atasnya untuk memberi nafkah dari kerabatnya. 

3. Nafkah (pengeluaran) kaum laki-laki jauh lebih besar dibandingkan kaum wanita. Dengan demikian, kebutuhan kaum laki-laki untuk mendapatkan dan memiliki harta jauh lebih besar dan banyak dibandingkan kaum wanita. 

4. Kaum laki-laki diwajibkan untuk membayar mahar kepada istrinya, menyediakan tempat tinggal baginya, memberinya makan, minum, dan sandang. Dan ketika telah dikaruniai anak, ia berkewajiban untuk memberinya sandang, pangan, dan papan. 

5. Kebutuhan pendidikan anak, pengobatan jika anak sakit (termasuk istri) dan lainnya, seluruhnya dibebankan hanya pada pundak kaum laki-laki.

Itulah diantara hikmah dan keadilan Islam. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya. Syariat Islam telah sempurna dan terjaga sampai hari kiamat, manjaga kemaslahatan umat manusia dan hak-hak asasi mereka.

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH