Islam Tidak Toleran Kepada Non-muslim (Pencitraan Negatif Terhadap Islam bag-5)



toleransi dalam islamDalam sejarah , Islam dan kaum muslimin selalu menghormati dan memegang prinsip kebebasan beragama. Sejarah telah membuktikan bahwa dalam pemerintahan Islam sejak zaman Nabi dan dilanjutkan dengan pemerintahan Khulafaur Rasyidin, kaum minoritas non-muslim mendapatkan kebebasan beribadah dan memiliki tempat ibadah sendiri.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)…”(Qs al Baqarah : 256)

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)

Kehidupan Toleransi Beragama di Madinah pada Zaman Nabi
Sebagi contoh, mari kita lihat bagaimana kehidupan antar umat beragama dalam pemerintahan Islam di zaman Nabi, lebih tepatnya di kota Madinah. Sebelum kedatangan Nabi dan para muhajirin dari Mekkah , Kota Madinah bernama kota Yatsrib. Sebuah kota dengan masyarakat yang majemuk. 

Selain ditinggali kaum musyrikin arab, kota ini juga di huni umat Yahudi. Kaum Yahudi yang datang berdasarkan informasi dari kitab mereka, bahwa akan muncul seorang nabi di tempat yang seperti kota Yatsrib, maka mereka mendiami kota tersebut demi menunggu kemunculan nabi tersebut.

Kaum musyrikin arab terdiri dari 2 kelompok yang saling bertikai dalam waktu yang lama. Mereka adalah suku Aus dan suku Khazraj. Adapun umat Yahudi terdiri dari tiga suku, yaitu Bani Qainuqa, Bani Nazhir, dan Bani Quraizhah.

Ketika Nabi datang berhijrah ke Madinah, beliau diangkat untuk menjadi pemimpin di kota itu. Telah banyak penuduk arab Madinah yang telah masuk Islam. 

Ketika itu, Nabi tidak melakukan pemaksaan terhadap umat Yahudi maupun non-muslim lainnya untuk masuk Islam. Bahkan Nabi membuat kesepakatan dengan seluruh elemen penduduk Madinah yang sangat menjunjung nilai toleransi dan kebersamaan antar penduduk Madinah baik muslim maupun non-muslim yang dikenal sebagai Piagam Madinah.

Berikut ini adalah point-poin
Piagam Madinah yang kami bawakan secara ringkas (perhatikan yang berhuruf tebal) (almanhaj. or. id) :

A. Point-Point Yang Berkait Dengan Kaum Muslimin
1. Kaum mukminin yang berasal dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang bergabung dan berjuang bersama mereka adalah satu umat, yang lain tidak.

2. Kaum mukminin yang berasal dari Muhâjirîn , bani Sa’idah, Bani ‘Auf, Bani al Hârits, Bani Jusyam, Bani Najjâr, Bani Amr bin ‘Auf, Bani an Nabît dan al Aus boleh tetap berada dalam kebiasaan mereka yaitu tolong-menolong dalam membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara mukminin.

3. Sesungguhnya kaum mukminin tidak boleh membiarkan orang yang menanggung beban berat karena memiliki keluarga besar atau utang diantara mereka (tetapi mereka harus-pent) membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.

4. Orang-orang mukmin yang bertaqwa harus menentang orang yang zalim diantara mereka. Kekuatan mereka bersatu dalam menentang yang zhalim, meskipun orang yang zhalim adalah anak dari salah seorang diantara mereka.

5. Jaminan Allah itu satu. Allah  memberikan jaminan kepada kaum muslimin yang paling rendah. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu diantara mereka, tidak dengan yang lain.

6. Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kaum mukminin berhak mendapatkan pertolongan dan santunan selama kaum Yahudi ini tidak menzhalimi kaum muslimin dan tidak bergabung dengan musuh dalam memerangi kaum muslimin

B. Point Yang Berkait Dengan Kaum Musyrik

Kaum musyrik Madinah tidak boleh melindungi harta atau jiwa kaum kafir Quraisy (Makkah) dan juga tidak boleh menghalangi kaum muslimin darinya.

C. Point Yang Berkait Dengan Yahudi
1. Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

2. Kaum Yahudi dari Bani ‘Auf adalah satu umat dengan mukminin. Kaum Yahudi berhak atas agama, budak-budak dan jiwa-jiwa mereka. Ketentuan ini juga berlaku bagi kaum Yahudi yang lain yang berasal dari bani Najjâr, bani Hârits, Bani Sâ’idah, Bani Jusyam, Bani al Aus, Bani dan Bani Tsa’labah. Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).

3. Tidak ada seorang Yahudi pun yang dibenarkan ikut berperang, kecuali dengan idzin Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam

4. Kaum Yahudi berkewajiban menanggung biaya perang mereka dan kaum muslimin juga berkewajiban menanggung biaya perang mereka. Kaum muslimin dan Yahudi harus saling membantu dalam menghadapi orang yang memusuhi pendukung piagam ini, saling memberi nasehat serta membela pihak yang terzhalimi


D. Point-Point Yang Berkait Dengan Ketentuan Umum
1. Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya haram (suci) bagi warga pendukung piagam ini. Dan sesungguhnya orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak melakukan sesuatu yang membahayakan dan tidak khianat . Jaminan tidak boleh diberikan kecuali dengan seizin pendukung piagam ini;

2. Bila terjadi suatu persitiwa atau perselisihan di antara pendukung piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, maka penyelesaiannya menurut Allah Azza wa Jalla, dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam;

3. Kaum kafir Quraisy (Mekkah) dan juga pendukung mereka tidak boleh diberikan jaminan keselamatan; (ingat, kondisinya berperang melawan Mekkah-red)

4. Para pendukung piagam harus saling membantu dalam menghadapi musuh yang menyerang kota Yatsrib

5. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah juga aman, kecuali orang yang zhalim dan khianat. Dan Allah Azza wa Jalla adalah penjamin bagi orang yang baik dan bertakwa juga Muhammad Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Batas-batas toleransi beragama
Akan tetapi, toleransi dalam Islam bukanlah toleransi seperti anggapan kaum pluralis yang menganggap semua agama sama. Prinsipnya, toleransi dalam Islam adalah jika kita memiliki tetangga non-muslim, maka kita membiarkannya menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya dan kita tidak menggganggunya. 
Bukan toleransi dalam Islam untuk memberi ucapan selamat hari raya pada perayaan keagamaan mereka. Karena prinsip keyakinan dalam Islam sangatlah jelas,  
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ
Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55)
Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dengan sanad yang shahih dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

لا تدخلوا على المشركين في كنائسهم يوم عيدهم فإن السخطة تنزل عليهم
Janganlah kalian masuk pada non-muslim di gereja-gereja mereka saat perayaan mereka. Karena saat itu sedang turun murka Allah.”
Pada saat Islam menyatakan bahwa tidak ada agama yang diterima di sisi Allah kecuali Islam, Islam tetap menghargai adanya pemeluk agama lain. Bahkan  Islam tetap memerintahkan kaum muslimin untuk tetap berbakti kepada orang tua walaupun non-muslim. Silahkan baca juga "Berbakti Kepada Orang Tua Non-muslim".
Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
Dan jika keduanya (orang tua) memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15).

Masih banyak lagi bentuk toleransi pemerintahan Islam kepada non-muslim yang terekam sepanjang sejarah dan dunia mengetahuinya. Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa sedikit menjelaskan secara global tentang toleransi dalam Islam.



Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi