Zakat Fitrah ( Kepedulian Sosial Islam di Hari Raya)



hukum Zakat Fitrah
Satu di antara dua hari raya dalam agama Islam adalah hari raya ‘idul fithri’. Adalah merupakan keindahan dari ajaran Islam bahwa pada hari raya ‘idul fithri’ umat islam tidak semata – mata bersenang – senang sebagaimana hari raya para pencinta dunia dan kaum hedonism. Bukan pula sebuah upacara yang menyulitkan manusia dengan berbagai ritualnya, bahkan ini adalah perayaan yang memudahkan seluruh manusia. Perayaan yang bisa dinikmati seluruh manusia dan perayaan yang semakin mendekatkan diri mereka kepada Allah.

Pada hari yang dirayakan umat Islam setelah selesai berpuasa selama satu bulan penuh ini, kaum muslimin mengawalinya dengan suatu amalan sosial yang sangat indah. Amalan tersebut adalah zakat fitrah.

Suatu pemberian bahan makanan dalam kadar tertentu yang dikeluarkan oleh orang yang diwajibkan zakat fitrah, kepada kaum fakir miskin. Hari raya ini diawali dengan berbagi kebahagiaan dengan kaum fakir dan dilanjutkan dengan ibadah shalat ‘id dua rakaat. Inilah hari raya yang indah. Hari yang dirayakan dengan ibadah dan amal shalih berupa pemberian zakat kepada kaum fakir. 

Zakat fitrah, menurut istilah adalah sedekah yang diwajibkan dengan selesainya puasa di bulan Ramadhan.

Hikmah Disyariatkannya Zakat Fitrah

Hikmah disyariatkannya zakat fitrah ialah sebagai belas kasih terhadap kaum fakir , dengan mencukupi kebutuhan mereka, sehingga tidak perlu meminta – minta pada hari raya idul fithri dan membuat mereka senang pada hari di mana kaum muslimin bergembira pada hari raya tersebut, serta sebagai pembersih bagi orang yang diwajibkan zakat tersebut setelah sebulan berpuasa dari perbuatan sia – sia dan keji.
Dari ibnu ‘abbas , ia berkata: “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia – sia dan keji dan sebagai makanan untuk orang – orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat ‘id, maka terhitung sebagai zakat yang diterima; dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat, maka terhitung sebagai sedekah seperti sedekah lainnya.” (hadits hasan riwayat abu dawud, ibnu majah).

Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib atas setiap muslim, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari ibnu umar, ia berkata : “Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak dan orang merdeka, laki –laki dan perempuan, anak – anak dan orang dewasa dari kalangan kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat dibayarkan sebelum manusia pergi ke tempat shalat. (hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim).

Siapakah yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib atas orang – orang yang memenuhi syarat – syarat berikut:

1)      Islam
Karena zakat fitrah salah satu bentuk ibadah, dan pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan keji dan sia – sia, maka orang non-muslim  bukan golongan yang wajib untuk mengeluarkan zakat.
2)      Mampu Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah
Batasan mampu ialah memiliki sisa dari bahan makanannya dan bahan makanan orang – orang yang menjadi tanggung jawabnya pada malam ‘id dan pada esok harinya. Jadi ketika stok bahan makanan kita telah dikeluarkan zakatnya, dan sisanya masih cukup untuk makan kita dan orang – orang yang menjadi tanggungan kita pada mlam ‘id dan pada esok harinya, maka kita telah terkena kewajiban zakat fitrah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“barangsiapa meminta – minta padahal memiliki apa yang mencukupinya, maka ia hanyalah memperbanyak api ( untuk membakar dirinya).” Mereka bertanya,”wahai Rasulullah, apa yang mencukupinya?” Beliau menjawab,”apabila ia memiliki makanan yang dapat mengenyangkannya sehari semalam.” (hadits hasan riwayat Abu Dawud).
Faidah – faidah
1)      Seorang suami belum wajib membayar zakat fitrah isterinya yang belum digaulinya, karena ia belum wajib menafkahi isterinya.
2)      Jika seorang isteri berlaku durhaka ketika pembayaran zakat fitrah, maka zakat fitrah menjadi kewajiban si isteri sendiri dan bukan suaminya;
3)      Jika isterinya dari golongan ahli kitab ( Yahudi atau Nasrani), maka tidak dikeluarkan zakat untuknya.

Jenis Makanan yang Dikeluarkan untuk Zakat Fitrah

Zakat fitrah dikeluarkan dari apa yang dijadikan oleh kaum muslimin sebagai makanan pokok, dan tidak terbatas pada apa yang tersebut dalam nash (gandum, kurma, dan kismis), tetapi juga bisa dikeluarkan berupa beras, jagung, dan selainnya yang dianggap sebagai bahan makanan pokok.
Kadar Zakat yang Wajib Dikeluarkan atas Setiap Orang dalam Zakat Fitrah.
Kadar zakat yang dikeluarkan oleh setiap orang adalah sebesar 1(satu) sha’ = 2,5 kg dari bahan makanan pokoknya.
Diriwayatkan dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya, Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam mengirimkan seseorang ke jalan – jalan kota Mekkah untuk mengumumkan: “ketahuilah, sesungguhnya zakat fitrah wajib atas setiap muslim, baik laki – laki maupun perempuan, orang merdeka maupun hamba sahaya, anak – anak maupun orang dewasa, sebanyak dua mudh kum atau selainnya sebanyak satu sha’ dari jenis makanan (yang lainnya).

Kapankah Zakat Fitrah Dikeluarkan

Zakat fitrah mulai dikeluarkan mulai sejak terbenamnya matahari pada  ramadhan yang terakhir sampai didirikannya shalat ‘id.

Penerima Zakat fitrah

Zakat fitrah diberikan kepada orang – orang yang membutuhkan, yakni kaum fakir dan miskin saja. Berbeda dengan zakat yang lainnya, yang ada 8 golongan penerima zakat.


Rujukan : Terjemah Kitab Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim, Penerbit Pustaka at tazkia

Comments

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam