Zakat : Solusi Islam Mengatasi Kesenjangan Sosial

zakat dalam islamDefinisi Zakat

Zakat, termasuk salah satu dari ke lima rukun Islam. Zakat ini adalah  harta yang dibayarkan oleh orang kaya kepada orang miskin.

Betapa Islam sangat melindungi orang - orang lemah. Di saat banyak tradisi - tradisi yang memiliki ritual yang membebani penganutnya yang miskin, ritual - riual yang mahal dan merepotkan, terkadang orang - orang miskin dan lemah harus mencari hutangan ke sana kemari untuk memenuhi aturan tradisi, bahkan terkadang mereka menamakannya dengan sedekah.
 Adakah sedekah yang malah membebani orang miskin?

Islam datang menawarkan kemudahan dan perlindungan sosial bagi orang - orang miskin dan lemah. Ketika kehidupan sosial makin hari makin individualistis, Islam mengikis kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin.

Dalam harta orang kaya ada hak orang miskin yang harus dibayarkan. Adapun si miskin sama sekali tidak dibebani dengan biaya apapun dalam Islam. Tidak ada satu ritual pun dalam Islam yang membebani orang miskin.

Setiap orang beramal sesuai dengan kesanggupannya, begitu pula dengan si kaya dan si miskin. Orang miskin akan mendoakan keberkahan pada harta orang kaya, dan orang kaya akan semakin peduli dengan penderitaan orang miskin. Kekayaan akan dinikmati oleh semua orang tanpa kezhaliman. Harta akan terdistribusi secara merata.

Definisi Zakat
Secara bahasa zakat adalah mashdar dari zaka syai'un, apa bila sesuatu itu tumbuh dan berkembang. Zakat adalah keberkahan, pertumbuhan, kesucian, dan perbaikan. (al mu'jam al wasith I/398).

Zakat menurut syar'i adalah bagian yang ditetapkan pada harta tertentu, waktu tertentu, yang diserahkan kepada pihak - pihak tertentu pula. Bagian yang dikeluarkan dari harta ini dinamakan zakat, karena zakat tersebut akan menambah keberkahan dari harta yang dikeluarkan zakatnya dan melindunginya dari malapetaka. Demikian pula zakat akan mensucikan jiwa orang yang mengeluarkannya, sebagaimana firman Allah :

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-taubah : 103)

Hukum Zakat dan Kedudukanya
 Zakat hukumnya adalah fardhu 'ain (wajib untuk setiap muslim) yakni wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Kewajibannya ditetapkan berdasar Al-qur-an, Sunnah Nabi dan kesepakatan para ulama.

Firman Allah:
"Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat." (al baqarah : 110)

Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam mengutus Mu'adz bin Jabal ke Yaman, beliau bersabda:
"Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari ahli kitab, maka ajaklah mereka untuk mengucapkan kalimat syahadat bahwasanya tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuai Allah dan bahwasannya aku adalah utusan Allah. Jika mereka menaatimu, maka ajarkan pada mereka bahwa Allah mewajibkan pada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka menaatimu maka ajarkan pada mereka bahwa Allah mewajibkan pada mereka zakat pada harta mereka yang diambil dari orang - orang kaya dan diserahkan kepada kaum fakir. Jika mereka menaatimu, maka hindarilah dari mengambil harta -harta kesayangan mereka, dan hindarilah doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada hijab antara doanya dengan Allah." (Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Kewajiban zakat ini telah menjadi kesepakatan dan tidak ada seorangpun yang menyelisihinya, sejak zaman Rasulullah hingga sekarang ini.

Lalu siapakah yang terkena Kewajiban Zakat? Apakah setiap pemilik harta wajib zakat? Berapa jumlah minimal harta yang menyebabkan seseorang terkena kewajiban zakat?

Zakat Wajib bagi Seseorang jika dia memenuhi syarat wajib berikut:
  1. Merdeka, tidak ada kewajiban zakat pada budak, karena budak tidak memiliki, dan tuannyalah yang memiliki apa yang ada di tangannya.
  2. Islam, tidak ada kewajiban zakat atas orang non-muslim berdasarkan ijma / kesepakatan para ulama. 
Harta wajib dikeluarkan zakatnya dari orang yang terkena wajib zakat di atas jika :
  1. Harta tersebut termasuk harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. (Emas, perak, mata uang , hewan ternak dan lain - lain)
  2. Telah mencapai nishab, yaitu kadar minimal yang telah ditetapkan oleh syariat sehingga harta tersebut wajib dizakati. Jika hartanya masih di bawah nishab, maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Tetapi jika ia ingin bersedekah semampunya, meski belum mencapai nishab, maka itu juga baik, jika tidak, tidak ada dosa atasnya. Nishab zakat berbeda - beda tergantung jenis hartanya. Untuk emas, maka nishabnya sebesar 85 gram emas 24 karat = 97gram emas 21 karat= 113  gram emas 18 karat. Jika harta kita berwujud uang kertas, maka para ulama kontemporer menetapkan bahwa nishabnya dipertimbangkan dengan nishab emas. Jika harga 1 gram emas 24 karat adalah Rp 480.000,00 maka nishabnya senilai Rp 480.000,00 x 85gram =  Rp 40.800.000,00. Jika seseorang telah menyimpan harta minimal Rp 40.800.000,00 atau lebih selama setahun hijriyah penuh, maka dia telah wajib membayar zakat 2,5% dari total hartanya.
  3. Nishab untuk jenis harta hewan ternak, akan kami bahas di kesempatan lain Insya Allah.
  4. Harta tersebut dimiliki secara utuh dan sempurna oleh pemiliknya.
  5. Harta tersebut telah dimiliki selama minimal satu tahun hijriyah penuh (berputar satu haul). ini adalah syarat untuk zakat emas, perak,dan hewan ternak. Adapun untuk hasil pertanian dan buah - buahan , haulnya adalah ketika hasil tanaman dan buah - buahan tersebut sudah sempurna matang.

Pihak - pihak yang berhak menerima zakat

Secara singkat ,pihak - pihak yang berhak menerima zakat antara lain :

  1. Kaum fakir dan miskin, yaitu orang yang tidak memiliki harta atau usaha yang dapat menutupi kebutuhannya.  
  2. Amil (pengurus) zakat
  3. Muallaf
  4. Untuk memerdekakan budak
  5. Orang yang berhutang
  6. Fii sabilillah
  7. Ibnu sabil
"Sesungguhnya zakat - zakat itu, hanyalah untuk orang - orang fakir, orang - orang miskin, pengurus - pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang - orang yang sedang dalam perjalanan, sebagi suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana." (qs At taubah : 60)

Untuk rincian masing - masing pihak yang berhak menerima zakat, insya Allah akan menyusul di lain waktu.

Betapa indah ajaran Islam dengan zakat ini. Seorang yang miskin tidak perlu menghinakan diri meminta - minta di bawah kaki orang - orang kaya. Orang - orang kaya tidak bisa semena - mena terhadap orang miskin, karena dalam harta yang diberikan Allah untuknya, ada hak orang miskin, dan itu wajib atasnya untuk membayarkan pada orang miskin, jika ia menolak, dalam sebuah Negara Islam, maka pemerintah wajib menagihnya.

Di luar segala manfaat zakat dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai seorang muslim ,tentu zakat adalah salah satu bentuk  ibadah penghambaan diri dan kewajiban yang harus kita tunaikan dengan hanya mengharap keridhoan Allah semata.
Wallahu a'lam.

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH