Kebenaran, Mutlak atau Relatif Bag-2

mencari kebenaran sejatiPoin  yang ingin disampaikan pada artikel kami kali ini adalah mencoba mengajak anda bersama - sama untuk menjawab apa yang menjadi kesimpulan kami pada artikel yang lalu, apakah Tuhan benar -benar telah menurunkan suatu standar nilai kebenaran untuk seluruh umat manusia? Lalu yang mana? Ketika semua pihak mengklaim bahwa pada pihaknyalah kebenaran dari Tuhan itu diturunkan. Silahkan baca juga Kebenaran, Mutlak atau Relatif Bag-1

Sebelum melanjutkan , perlu kami sampaikan di awal tulisan ini, bahwa maksud dari tulisan ini adalah semata -mata untuk saling bertukar pikiran. Tidak ada semangat saling menjatuhkan pihak manapun. Tidak ada maksud mengadu domba dan melakukan penistaan terhadap kepercayaaan manapun. Kami meyakini bahwa kami berada pada jalan yang benar, dan di saat yang sama kami menghargai perbedaan bahwa barangkali ada diantara anda meyakini sesuatu yang lain sebagai sebuah kebenaran.
Di sini, di blog ini kami ingin menyampaikan, ini loh, kebenaran yang kami yakini. Jika anda suka silahkan diambil, jika tidak silahkan anda tinggalkan. Kami juga mempersilahkan anda untuk menyampaikan apa yang anda anggap sebagai kebenaran walaupun mungkin berbeda dari kami, kami hargai perbedaan anda.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); (qs al baqarah : 256)

Di antara manusia ada yang beranggapan bahwa semua agama dan keyakinan itu sama dan semua benar.  Mereka beranggapan bahwa tidak ada hak bagi kita untuk mengatakan bahwa penganut agama lain itu salah, karena dalam  pandangan mereka, permasalahan agama adalah semata persoalan masing - masing individu  saja.
Untuk membantah hal ini, maka sangat jelas dan mudah bagi kita. Kita ambil contoh, ketika ada suatu agama tertentu mengingkari kenabian dan kerasulan Nabi Isa putra Maryam, lalu ada agama yang lain yang menganggap bahwa Nabi Isa adalah salah satu dari tiga oknum Tuhan, dan agama yang lain lagi menganggap bahwa Nabi Isa adalah manusia biasa yang dipilih Tuhan untuk menjadi utusan - Nya.
Pada kenyataannya adalah bahwa Nabi Isa haruslah satu diantara tiga keyakinan di atas. Tidak masuk akal jika dikatakan bahwa Nabi Isa adalah nabi palsu dan disaat yang sama dia adalah Tuhan yang disembah, dan juga  adalah manusia pilihan yang dipilih menjadi seorang nabi. Hanya ada satu yang benar dari tiga keyakinan di atas. Ketika kita meyakini salah satu sebagai  kebenaran, maka secara otomatis , langsung maupun tidak langsung, kita menyatakan bahwa dua pendapat lainnya adalah salah.
Hal ini bagaimanapun juga tidak berarti bahwa seseorang tidak boleh memilih untuk dirinya apa yang ia anggap sebagai kebenaran, karena Tuhan telah memberikan kepada manusia hak untuk memilih. Tidak berarti pula seseorang bisa mengatakan bahwa semuanya benar dan tidak ada hak bagi seorangpun untuk menghakimi keyakinan orang lain.

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (qs al kahfi : 29)

Dari apa yang telah kita diskusikan di atas, maka ita sampai pada satu kesimpulan, bahwa agama - agama yang kita kenal sekarang ini memiliki dua kemungkinan, semuanya palsu atau ada satu agama yang merupakan kebenaran dari Tuhan. Tidak mungkin semuanya benar, karena meskipun dalam beberapa sisi ada kesamaan di antara agama - agama ini, akan tetapi disana ada perbedaan - perbedaan mendasar sebagaimana yang telah kami contohkan di atas.

Kami tegaskan kembali bahwa ketika kami meyakini bahwa inilah kebenaran dan kami menghargai perbedaan, bukan berarti kami mengatakan bahwa kami benar dan kalian juga benar. Akan tetapi kami katakan bahwa inilah yang benar dan yang lainnya salah, tetapi kami juga menghormati jika ada orang yang mengambil apa yang menurut kami salah, sebagai kebenaran bagi mereka.

Kemudian jika kita mengatakan bahwa semua agama adalah palsu dan salah, maka ini juga tidak mungkin. Ini berarti bahwa Tuhan membiarkan manusia tanpa petunjuk, terombang ambing dalam kebingungan, tanpa tahu mana yang benar, mana yang salah. Ini mustahil bagi Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini dengan sempurna dan teliti. Tuhan yang menciptakan keteraturan dalam skala atom hingga keteraturan yang luar biasa pada sistem tata surya kita, akankah meninggalkan manusia,makhluk yang memiliki kehendak sendiri, tanpa pedoman? Oleh karena itu yang tersisa bagi kita adalah kesimpulan bahwa di dunia ini pasti ada satu pedoman yang benar yang berasal dari Tuhan. Pedoman yang mengatur semua bidang kehidupan manusia, moral,sosial, dan individu.

Lalu bagaimana cara kita untuk menemukan mana agama yang benar? Inilah 'Pekerjaan Rumah' untuk setiap manusia dapatkan jawabannya.
Manusia diciptakan untuk memenuhi sebuah tujuan yang besar. Bukan sekedar makan , tidur, bekerja memenuhi kebutuhan hidup dan memuaskan nafsunya saja. Untuk bisa memenuhi apa tujuan ini, maka manusia pertama kali harus bisa menjawab, apa tujuannya dilahirkan dan hidup di dunia ini. Untuk mendapatkan jawabannyan manusia harus melakukan 'penyelidikan'. Jika manusia percaya bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan tidak membiarkan manusia dalam ketidakpastian , maka ia harus mencari mana agama dan cara hidup yang benar - benar mengungkapkan adanya Tuhan dan mengajarkan sesuatu yang benar - benar dari Tuhan. Agama ini haruslah tidak tersembunyi dan tidak sulit dipahami oleh semua manusia agar tujuannya sebagai pedoman hidup untuk seluruh manusia terpenuhi. Agama ini harus berisi pesan yang sama sepanjang waktu karena sebagaimana yang telah kami sebutkan bahwa hanya ada satu kebenaran mutlak, dan haruslah tidak ada kontradiksi di dalamnya.

Pada akhir tulisan ini, izinkanlah kami untuk menyimpulkan bahwa hanya Islamlah agama yang bisa memenuhi kriteria di atas. Islam adalah agama yang mudah dipraktekkan dan dipelajari oleh siapa saja. Agama yang sesuai dengan fitrah manusia, agama yang dibawa oleh para nabi sejak awal mula manusia tinggal di bumi ini. Agama yang membawa pesan yang sama sejak zaman Nabi Adam sampai akhir zaman bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah (Tuhan). Kalaupun ada pihak yang mengklaim sebagai panganut agama Nabi Musa dan Nabi Isa, maka sebenarnya mereka hanya mendapati sisa - sisa saja dari ajaran kedua nabi tersebut, karena sebagian pesan dakwah kedua nabi tersebut telah mengalami pemalsuan dan pencampuran dengan ajaran menyimpang dari luar. Apa yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa, ada dalam Islam secara utuh tanpa ada penyimpangan.

Islam adalah agama yang mengatur semua aspek kehidupan manusia, mulai dari masalah buang air kecil sampai masalah pemerintahan, mulai dari persoalan adab makan dan minum sampai perkara moral kemanusiaan. Islam mudah untuk siapa saja.

 Mungkin anda bisa mengatakan bahwa ini kesimpulan yang terlalu dini. Mungkin ada benarnya juga. Tetapi tidak setelah anda mencurahkan sedikit waktu anda untuk mengenal Islam dari sumbernya yang asli yaitu al qur-an dan sunnah nabi, bukan dari berita di media dan pencitraan negatif musuh - musuh Islam. Bukan pula dari pengamalan menyimpang dari sebagian umat Islam yang mengamalkan amalan tanpa ilmu. Dan blog ini berupaya membantu anda untuk itu.





Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH