Cobaan dan Ujian Seorang Mualaf


Cobaan dan Ujian Seorang MualafMasuk menjadi muslim adalah bagian dari kehidupan seseorang yang sangat penting. saat di mana anda merasa sangat bahagia, tercerahkan. Anda merasa lebih kuat dalam menghadapi kerasnya hidup.

Anda merasakan ketenangan hati karena anda telah kembali ke jalan keridhoan Sang Pencipta alam semesta dan seisinya. Anda kembali menjadi diri anda seharusnya, kembali ke fitrah anda. Saking gembiranya, terkadang anda ingin berteriak keras - keras meluapkan 'hari kemerdekaan" anda.

Akan tetapi tidak semua mualaf mungkin seberuntung anda. Bisa jadi dia merasakan kebahagiaan luar biasa begitu  ia masuk Islam dengan penuh kesadaran. Namun setelah itu, cobaan dan ujian datang bertubi - tubi seakan menggoyahkan keputusannya untuk menjadi seorang muslim.

Inilah hal yang juga dialami oleh para mualaf di zaman Nabi. Mereka diusir, di siksa, dilecehkan oleh masyarakatnya.

Seiring dengan kemenangan masuknya anda ke dalam agama Islam, maka itu akan diikuti dengan berbagai cobaan dan ujian. Masuknya anda menjadi seorang muslim adalah sebuah langkah besar dan perubahan monumental tidak hanya bagi diri anda, akan tetapi juga bagi keluarga anda, teman dekat anda dan seluruh kerabat anda.

Bagi sebagian orang, mungkin tidak mendapati hambatan yang berarti dari lingkungannya. Namun bagi sebagian yang lain, tidak jarang keluarga dan kerabat dekatnya tidak rela jika dia menjadi seorang muslim.

Maka ini menjadi ujian tersendiri bagi seseorang yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

Terkadang terbersit dalam pikiran seseorang yang baru saja memeluk Islam dengan penuh kesadaran, mengapa ketika saya telah masuk Islam, agama yang benar, jalan yang diridhoi Allah, tetapi justru saya mendapatkan musibah yang datang silih berganti.

Hidup Adalah Tempat Persinggahan dan Ujian

Saudaraku, kehidupan kita di dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara dalam perjalanan kita menuju kehidupan kekal di akhirat.
Ketika kita bisa mengerti dan menerima fakta ini, kita akan melihat berbagai musibah yang dialami dari sudut pandang yang tepat.

Seperti seseorang yang hendak pulang ke kampung halamannya, dan kini sedang singgah di bandara menunggu pesawat yang akan menjemputnya.

Selama di bandara terkadang anda merasa waktu berlalu dengan cepat hingga akhirnya anda berangkat. Atau anda mengalami delay, pelayanan yang buruk dari petugas bandara, bahkan mungkin kecopetan dan hal - hal yang tidak anda sukai lainnya selama menunggu di bandara.

 Apapun pengalaman anda, satu hal yang pasti adalah, cepat atau lambat pada akhirnya anda akan berangkat dan sampai di rumah.
Setidaknya, begitulah gambaran kehidupan kita di dunia ini.

Nabi shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda,"tidak ada untukku dan untuk dunia ini, sesungguhnya permisalan aku dan dunia itu hanyalah seperti orang yang berkendaraan menempuh perjalanan, lalu ia bernaung di bawah pohon pada hari yang panas, lalu ia beristirahat  sejenak, kemudian meniggalkan pohon itu." (HR Ahmad)

 Ujian bagi orang beriman , ujian bagi mualaf

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang - orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam - macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang - orang beriman bersamanya, "kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu  amat dekat" (QS Al Baqarah [2] : 214)

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang - orang yang dusta."(QS Al Ankabut[29]: 2-3)

Saudaraku, jelaslah bagi kita bahwa keimanan kita akan diuji sebagaimana orang orang sebelum kita.

Ketika anda merasa dikucilkan oleh keluarga dan kerabat karena anda masuk Islam, maka hal yang sama juga pernah dialami oleh para Nabi sejak zaman Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa bin Maryam, Nabi Muhammad dan umatnya sampai sekarang.

Begitu pula yang dialami oleh salah seorang mualaf di zaman Nabi Muhammad shallallhu 'alaihi wa sallam. Mari kita tengok dalam sejarah Islam, di sana ada nama seorang sahabat Nabi, namanya Mush'ab bin Umair.

Contoh Ujian Mualaf di Zaman Nabi

Mush'ab ketika belum masuk Islam adalah seorang pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Ibunya kaya raya dan sangat menyayangi Mush'ab.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekkah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya, dan paling banyak diberi kenikmatan selain dari Mush'ab bin Umair." (HR. Hakim)

Mush'ab bin Umair pada awalnya hidup dalam lingkungan jahiliyyah, peminum khamr (mabuk), penyembah berhala, menggemari pesta dan nyanyian.
Singkat cerita hingga hidayah Allah mengetuk pintu hatinya. Dakwah Islam sampai padanya. Mush'ab tahu, mana ajaran yang benar dari Allah dan mana yang hanya sekedar tradisi arab jahiliyyah.

Lalu dia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di rumah al Arqam dan menyatakan masuk Islam.
Mengetahui keislaman Mush'ab, ibunya sangat kecewa bahkan mengancam akan mogok makan dan akan terus berdiri tanpa naungan baik di siang yang terik maupun pada malam yang dingin.

Hingga akhirnya saudara Mush'ab yang tidak tega dengan ibunya menyarankan agar Mush'ab dibiarkan kelaparan agar mau kembali kepada agama nenek  moyangnya.

Berubahlah kehidupan pemuda kaya raya dari Mekkah ini. Keluarganya mengucilkannya dan tidak memberinya makan. Semua fasilitas yang pernah dia dapatkan ditahan. Ibunya yang tadinya sangat sayang kepada Mush'ab kini tega menyiksanya. Badan Mush'ab yang tadinya berisi kini mulai mengurus.

Ali bin Abi Thalib berkata, "Suatu hari , kami duduk bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam di masjid. Lalu muncullah Mush'ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihatnya, beliau pun menangis teringat akan kenikmatan yang ia dapatkan dahulu (sebelum memeluk Islam) dibandingkan dengan keadaannya sekarang.." (HR Tirmidzi No. 2476)

Mush'ab tersiksa secara fisik sampai kulitnya mengelupas dan juga secara psikis, melihat ibu yang sangat mencintainya, memotong rambutnya, tidak makan dan tidak minum, berjemur di tengah terik matahari agar Mush'ab mau kembali kepada ajaran nenek moyangnya.

 Mush'ab tetap teguh dan tetap memeluk Islam. Bahkan karena ilmu agamanya, Mush'ab menjadi duta Islam untuk berdakwah di kota Yatsrib/Madinah. Mush'ab adalah seorang pemuda yang cerdas, memiliki ilmu agama yang mendalam, bagus dalam penyampaian dan berargumentsi, serta memiliki jiwa yang tenang dan tidak tergesa - gesa.

Dalam waktu singkat, sebagian besar penduduk kota Yatsrib pun memeluk Islam.

Begitulah saudaraku, seorang mualaf teguh menghadapi ujian. Silahkan menghubungi kontak kami di blog ini , kami senantiasa terbuka untuk membantu anda melewati masa - masa sulit ini. Mudah - mudahan Allah selalu membimbing dan menolong kita dalam melewati masa - masa sulit ini.





Comments

  1. Semoga para mualaf di dunia ini memiliki keteguhan hati yg kuat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. mudah2an kita saudara - saudara muslim selalu siap membantu mereka..

      Delete
  2. Semoga para mualaf di seluruh dunia memiliki keteguhan hati yg kuat...

    ReplyDelete
  3. Assalammualaikum
    saya seorang mualaf, kisah di atas sangat benar, bahkan karena begitu banyak ujian yang kami hadapi, walo ujian itu kami yakini sebagai pembersih dosa di masa lalu tapi yang saya alami malah istri dan keluarganya yang harusnya membimbing saya dan menguatkan saya malah mereka yang tidak tahan dengan ujian yang ada,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa 'alaikum salam.. sebelumnya kami ucapkan selamat kepada Pak Samuel atas keislaman anda. Ketika banyak orang yang ktp nya Islam "meninggalkan" ajaran agamanya, anda sebagai mualaf justru teguh dalam menjalani hidup sebagai seorang muslim.

      Kami doakan agar Allah tetap menguatkan anda dalam menghadapi semua ujian hidup ini.
      Tetaplah memperdalam ajaran Islam. Ikutlah pengajian - pengajian yang diajarkan ilmu tentang Islam di sana. Bergaulah dengan orang - orang Islam yang menjalankan agamanya dengan baik.

      jangan menyerah untuk berdoa dan berusaha. Anda tidak sendiri..

      “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3



      Delete

Post a Comment

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH