Kisah Nabi Adam, Manusia Bukan Keturunan Kera

Kisah Nabi AdamPernahkah anda mendapatkan pelajaran sejarah bahwa nenek moyang manusia berasal dari kera? Benarkah demikian?  Artikel kami kali ini akan mengetengahkan kisah singkat manusia pertama di muka bumi. Adam. Manusia pertama yang disepakati oleh tiga agama besar dunia, Islam, Kristen , dan Yahudi. Kami ingin membuktikan bahwa teori nenek moyang manusia berasal dari kera adalah teori batil.. Baca juga artikel kami Beriman Kepada Nabi dan Rasul.


Kisah Nabi Adam

Islam memberikan informasi yang sangat jelas tentang riwayat hidup Nabi Adam. Selain itu, Yahudi dan Nasrani juga memiliki cerita yang mirip tetapi ada beberapa perbedaan dengan informasi dari Islam. Kitab Kejadian menggambarkan Nabi Adam sebagai yang terbuat dari debu tanah. Sedangkan di dalam Talmud, Adam digambarkan sebagai sedang diremas dari lumpur.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi," Mereka berkata,"mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan menyucikan Engkau." Tuhan berfirman,"sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian mengetahui." (QS al baqarah :30)

Dimulailah Kisah Nabi Adam, manusia yang pertama kali. Allah menciptakan Nabi Adam dari segenggam tanah yang mengandung semua jenis tanah yang ada di bumi. Malaikat dikirim ke bumi untuk mengambil tanah yang menjadi Adam.

"sesungguhnya Allah ta'ala menciptakan Adam dari segenggam yang digenggam-Nya dari semua tanah di muka bumi. Oleh karena itu , anak cucu Adam hadir sesuai keadaan tanah (warna dan tabiatnya), maka di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan antara itu. Ada pula yang lunak, keras, yang jelek dan yang baik." (HR. Tirmidzi, ia berkata,"hadits ini hasan shahih". Di shahihkan pula oleh al Albani dalam Ash Shahihah)

Kemuliaan Nabi Adam sebagai manusia pertama
Allah memberikan kemuliaan kepada Nabi Adam dalam banyak hal, Allah telah meniupkan ruh Nya kepada Adam, Menciptakan Nabi Adam dengan Tangan-Nya, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam.

"(Ingatlah) ketika Tuhan mu berfirman kepada malaikat,'sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah. Kemuduan apabila telah aku sempurnakan kejadiannya dan aku tiupkan roh (ciptaanku) kepadanya, maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya. (QS 38 : 71-72)
Sujud kepada Nabi Adam di sini bukanlah sujud untuk menyembah. Akan tetapi hanyalah sujud penghormatan saja. Karena hak untuk mendapatkan penyembahan hanyalah milik Allah.

Pertemuan dan Perkenalan dengan malaikat
Nabi Adam diperintahkan untuk menampakaan diri di hadapan sekelompok malaikat, Nabi Adam menyapa dengan ucapan salam "Assalamu 'alaikum" (semoga keselamatan,kedamaian atas kalian). Kemudian para malaikat menjawab "wa 'alaikum salam wa rahmatullah wa barokatuh. Ucapan salam inilah yang nantinya akan menjadi ucapan di antara hamba - hamba Allah. Kita sebagai anak cucu Nabi Adam diperintahkan untuk menyebarkan ucapan salam, menyebarkan perdamaian.

Adam dan Anak cucunya sebagai khalifah di muka bumi
Allah telah mengabarkan kepada manusia bahwa Dia tidak menciptakan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah. Kemudian Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini untuk Nabi Adam dan anak cucu nya (manusia), untuk membantu manusia sehingga memiliki kemampuan untuk beribadah kepada Allah.

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Allah juga mengajarkan kepada Nabi Adam apa yang perlu untuk diketahuinya agar Nabi Adam bisa menjalankan kewajiban - kewajibannya sebagai khalifah di bumi.
"Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama - nama (benda) seluruhnya" (qs 2 : 31)
Allah memberikan kepada Nabi adam kemampuan untuk mengidentifikasi dan memberi nama kepada benda - benda. Allah mengajarkan kepada Nabi Adam bahasa, percakapan dan kemampuan untuk berkomunikasi. Allah jugamemberikan kepada Nabi Adam rasa tidak pernah puas untuk cinta dan pengetahuan. Setelah Nabi Adam mendapat pelajaran tentang nama benda - benda dan kegunaannya, Allah berfirman kepada malaikat,

"Sebutkanlah kepada Ku nama benda - benda itu jika kamu orang - orang yang benar!" Mereka menjawab: "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS 2 : 31 - 32 )

"Allah berfirman," wahai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama - namitu semuanya! Maka tatkala telah diberitahukannya nama - nama itu semua, Dia berfirman: "bukankah telah aku katakan kepada kalian bahwa sesunggunya Aku lebih Mengetahui hal ghaib yang ada di langit dan di bumi, dan Aku lebih mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan."  (QS 2 : 33)
Dialog Nabi Adam dengan Malaikat.
Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda, " Allah subhanahu wa ta'alamenciptakan Adam dengan tingginya 60 hasta, kemudian Dia berfirman,'pergilah dan ucapkan salam kepada para malaikat itu, lalu dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu; sebagai salammu dan salam keturunanmu.' Maka Adam berkata, ' as salamu'alaikum', mereka menjawab,'as salamu'alaika wa rahmatullah'. Mereka menambah "wa rahmatullah". Maka setiap orang yang masuk ke surga mengikuti rupa Adam, dan bentuk makhluk senantiasa berkurang (semakin pendek) hingga sekarang." (hadits riwayat Bukhari dan Muslim)
Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam, maka merekapun bersujud kecuali Iblis, ia enggan karena bersikap sombong.

"Wahai Iblis! apa yang menghalangimu sujud kepada  yang telah Kuciptakan dengan kedua Tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang -orang yang (lebih) tinggi? (QS Shaad : 75)

Lalu Iblis menjawab dengan angkuhnya,
"Aku lebih baik daripadanya karena Engkau telah ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Shaad : 76)
Maka Allah menjauhkan Iblis dari rahmat Nya dan menjadikan dia terusir dan terlaknat, Allah berfirman,
"Maka keluarlah kamu dari surga , sesungguhnya kamu adalah orang - orang yang terkutuk, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." (QS Shaad 77-78)
 Kemudian Iblis semakin benci kepada Adam dan keturunannya. Iblis berkata,
"Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, -kecuali hamba - hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka." (QS Shad : 82-83)


Adam dan Hawa
As Suddiy menceritakan dar Abu Shalih dan Abu Malik dari Ibnu Abbas, dan dari Murrah dari Ibnu Mas'ud serta dari beberapa orang sahabat Nabi, bahwa mereka berkata, "Iblis dikeluarkan dari surga dan Adam ditempatkan di surga, maka Adam berjalan - jalan di surga sendiri tanpa ada pasangan yang dapat menentramkannya, ia pun tidur, ketika bangun, ternyata di dekat kepalanya ada seorang wanita yang duduk, Allah subhanahu wa ta'ala menciptakannya dari tulang rusuknya. Adam lalu bertanya kepadanya,
"Siapa engkau?"
Ia menjawab, "seorang wanita."
Adam bertanya,"Untuk apa engkau diciptakan?"
Ia menjawab,"agar engkau dapat merasa tentram denganku."
Lalu para malaikat berkata kepadanya melihat ilmu yang dimiliki Adam,
"siapa namanya wahai Adam?"
Ia menjawab,"Hawa"
Mereka berkata lagi,"Mengapa (disebut) Hawa?"
Adam menjawab, " karena ia diciptakan dari sesuatu yang hidup"

Allah memerintahkan Adam dan istrinya Hawa  untuk memakan buah - buahan yang ada di surga serta untuk menjauhi sebuah pohon di surga sebagai ujian kepada keduanya. Dia berfirman,
"Wahai Adam, diamilah olehmu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanannya yang banyak lagi baik di mana saja kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang - orang yang zhalim." (QS Al Baqarah : 35)

Allah juga memperingatkan kepada Adam dan isterinya supaya tidak tergoda oleh iblis serta memperingatkan permusuhan iblis kepada keduanya. Allah berfirman,
"Wahai Adam! sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu,maka sekali - kali janganlah ia sampai mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka." (QS Thaha : 117)

Mulailah Iblis berfikir untuk menyesatkan Nabi Adam, lalu Iblis mendatangi Nabi Adam,
"Wahai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon kekekalan dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (QS Thaha : 120)
Singkat cerita , Adampun termakan bujuk rayu Iblis, memakan buah dari pohon yang telah Allah perintahkan untuk menjauhinya. Allah pun berfirman,
"Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu? dan Aku katakan kepadamu,'sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua'. " (QS Al A'raf : 22)

Ketika itu Adam dan Hawa sangat menyesal karena telah bermaksiat, dan segera bertaubat kepada Allah. Keduanya berkata,
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang - orang yang rugi." (QS Al A'raf: 23)
Setelah Adam dan Hawa menyesal dan beristighfar memohon ampunan Allah, maka Allah menerima taubatnya dan memerintahkan agar keduanya turun ke bumi dan hidup di sana.
Akhirnya jadilah Adam dan Hawa tinggal di Bumi dan menghasilkan keturunan di bumi.
Itulah asal mula manusia pertama yang ada di bumi.

Dosa Keturunan, Adakah?
Bertolak dari bermaksiatnya Adam dan Hawa yang berujung pada diturunkannya keduanya dari surga ke bumi, maka kaumNasrani meyakini adanya dosa keturunan. Dosa Nabi Adam yang diturunkan kepada anak cucunya. Islam membantah keyakinan bathil ini, bahwa setiap anak Adam terlahir dalam kondisi membawa dosa Adam sebagaimana keyakinan kaum Nasrani. Allah berfirman,
"Dan orang yang bersosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS 35 : 18)
Islam menyatakan bahwa setiap bayi terlahir dalam kondisi suci dan bersih dari dosa. Setiap manusia bertanggung jawab atas amalnya sendiri. Nabi Adam dan Hawa memang pernah berbuat salah, dan mereka telah bertaubat sehingga Allah telah mengampuni mereka.

Manusia diciptakan dengan potensi untuk berbuat salah dan lupa. Nabi Adam tahu bahwa Iblis adalah musuhnya. Nabi Adam telah melihat pula bagaimana keangkuhan Iblis membangkang dari perintah Allah. Akan tetapi nabi Adam belum memiliki pengalaman bagaimana menghadapi tipu daya Iblis.
"mengetahui sesuatu tidak sama dengan menyaksikan sesuatu" (shahih Muslim)
Allah berfirman, " maka syetan membujuk keduanya dengan tipu daya".(quran 7 : 22)

Ukuran Fisik Nabi Adam
"Allah menciptakan Adamdengan tinggi 60 dzira'(hasta) = 30 meter, Kemudian setelah Adam, manusia berkurang tingginya seperti sekarang ini". (Hadits Shahih riwayat Bukhari)
Ada hal menarik yang bisa kita amati. Dengan luas Permukaan Bumi yang relatif tidak berubah, ketika manusia masih sedikit, manusia berusia panjang dan berukuran besar. Seperti Nabi Nuh usianya mencapai 900 tahun lebih. Maka adalah sesuatu yang tepat, seiring waktu yang berjalan, ketika manusia semakin banyak, ukuran dan usia hidupnya semakin berkurang. Zaman sekarang manusia tingginya sekitar 170cm usia 60 tahun.

Runtuhnya Teori Evolusi

Pada dasarnya teori evolusi adalah teori yang memandang bahwa alam semesta ini dan segala isinya ini hanyalah materi saja tanpa ada Pencipta. Alam semesta ini ada tanpa ada Sang Pencipta. Alam semesta ini ada dengan sendirinya dari materi yang sejak dulu ada dan akan tetap ada. Dari materi tunggal itu, kemudian mengalami evolusi/perubahan perlahan dalam waktu yang sangat lama. Proses evolusi ini terjadi karena adanya seleksi alam.
Contoh pengaruh seleksi alam terhadap bentuk makhluk hidup menurut mereka misalnya beruang kutub memiliki bulu yang sangat lebat karena menyesuaikan diri dengan temperatur lingkungannya yang dingin. Mereka memandang bahwa dulunya bentuk beruang mungkin tidak seperti itu(berbulu lebat), akan tetapi lambat laun ketika beruang itu menempati wilayah yang dingin, tubuhnya otomatis menyesuaikan dengan mulai tumbuhnya bulu dari generasi ke generasi hingga lebat seperti sekarang. Beruang yang tidak mampu menyesuaikan diri akan punah.

Dengan cara yang sama, kaum evolusionis merekonstruksi riwayat asal mula manusia. Pada awalnya manusia adalah binatang,akan tetapi lambat laun menyesuaikan dengan tantangan alam yang ada, manusia semakin sempurna bentuk fisiknya.

Begitu juga dengan makhluk - makhluk yang lain, semuanya berasal dari materi yang sama tanpa penciptaan, tetapi sekedar penyesuaian diri dengan lingkungan (seleksi alam) sehingga bentuknya mengalami evolusi mejadi beraneka macam satwa dan tumbuh - tumbuhan.

Seandainya teori ini benar, tentu pada zaman ini akan kita jumpai makhluk - makhluk peralihan sebelum mencapai bentuknya yang sempurna, misalnya makhluk setengah kuda dan kambing , setengah ikan setengah reptil misalnya. Adapun penemuan fosil yang menunjukkan peralihan antara kera menjadi manusia, maka itu kurang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Setiap orang bisa saja menggambarkan rangkaian bentuk tertentu dari rangka yang ditemukan, lalu apa yang menjadi acuan dalam proses ini?

Salah seorang ilmuwan Turki , Harun Yahya juga membantah teori evolusi dengan pernyataannya, bahwa tidak mungkin materi tak hidup bisa menjadi makhluk hidup. Kemudian, struktur DNA manusia yang rumit, tidak mungkin terjadi secara kebetulan, ini adalah sesuatu yang telah dirancang oleh Dzat Yang memiliki kecerdasan yang tinggi yaitu Allah.

Motif Evolusi
Di balik penyebaran teori evolusi ini, mereka hendak mengingkari adanya penciptaan. Alam semesta ini hanyalah materi. Tidak ada akhirat. Ini adalah tipu daya iblis yang hendak menjatuhkan agama dan menjadikan  manusia makhluk yang bebas sehingga terjerumus ke dalam api neraka.

Kesimpulan

  1. Kisah Nabi  Adam dan bukti - bukti ilmiah telah cukup membantah  batilnya teori  evolusi.
  2. Manusia pertama bukan kera
  3. Allah lah yang menciptakan alam semesta.

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH