Yesus Dalam Pandangan Islam bag 2

Yesus Dalam Pandangan Islam Pandangan Islam mengenai Ketuhanan Isa Putra Maryam (Yesus)

Islam sangat tegas dan jelas dalam masalah ketuhanan. Di dalam Islam , Tuhan itu Esa, Tunggal. Tuhan tidak memiliki partner / sekutu dalam ketuhanan- Nya. Dia adalah Pencipta segala sesuatu. Segala bentuk peribadahan hanya boleh dan layak ditujukan kepada Tuhan saja, tanpa sekutu.

Inilah pesan yang dibawa oleh semua utusan Tuhan, semua Nabi termasuk Nabi Isa (Yesus). Dalam Islam, Nabi Isa tidak pernah mengklaim bahwa dalam dirinya ada unsur Ketuhanan, tidak pula Nabi Isa mengajarkan kepada umatnya agar melakukan penyembahan kepadanya.

Melanjutkan Yesus dalam Pandangan Islam bag-1.
Dalam Islam, Nabi Isa juga tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah 'anak' Allah, atau salah satu dari tiga unsur ketuhanan.

Akan tetapi Nabi Isa menyatakan kepada umatnya bahwa dia adalah seorang hamba Allah yang menerima wahyu dan diutus kepada bangsa Yahudi agar mereka kembali kepada agama yang benar dan untuk beribadah hanya kepada Allah saja tiada sekutu baginya.

"Sesungguhnya telah kafirlah orang - orang yang berkata,"sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam," Padahal Almasih (sendiri) berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang - orang yang zhalim itu seorang penolongpun." (Quran 5 : 72)

Lalu firman Allah mengenai konsep trinitas:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.  (5: 73)
Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (5: 74)

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).  (5: 75)


Masih banyak lagi ayat di dalam al qur-an yang menyangkal ketuhanan Yesus maupun apa saja selain Allah.

Misi Dakwah Nabi Isa Putra Maryam
Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya bahwa Nabi Isa adalah salah seorang Nabi dan Rasul Allah. Hamba Allah yang mulia dan telah Allah pilih untuk menerima pesan risalah dari Allah. Seperti Nabi dan Rasul lainnya , Yesus/ Nabi Isa juga tidak berhak menerima segala  bentuk penyembahan.

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa Putra Maryam berkata : "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti - bukti yang nyata , mereka berkata : "ini adalah sihir yang nyata" (Qur-an 61 : 6)

Isa Putra Maria adalah nabi terakhir dari nabi - nabi bangsa Yahudi, dia hidup dengan menjalankan Taurat dan mengajarkan Taurat dan Syariat Nabi Musa kepada para pengikutnya.

"Janganlah kamu menyangka , bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau Kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya". (Matius 5 : 17)

Pada aspek ini , Nabi Isa tidak berbeda dari para nabi yang lainnya, menyeru pada penyembahan hanya kepada Tuhan saja, tidak ada sekutu dalam penyembahan kepada Tuhan, dan juga untuk menjalankan hukum - hukum Tuhan.

"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman : "Hai 'Isa Putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang sesembahan selain Allah?". 'Isa menjawab:"Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara - perkara yang ghaib". ( Qur-an 5 : 116)

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: 'Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu,' dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.'" (QS. 5: 117)

Demikianlah Yesus dalam pandangan Islam, berbeda dengan keyakinan umat Yahudi dan Nasrani.


Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi