Islam Menindas Kaum Wanita Bag-2 ( Hak Isteri atas Suami)

Musuh - musuh Islam tidak henti - hentinya menyerang ajaran agama Islam dengan beragam tuduhan.

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] :32)

 Salah satunya adalah tuduhan bahwa Islam adalah agama diskriminatif terhadap kaum wanita. Apakah benar demikian? Sebagai kelanjutan dari artikel kami terdahulu Islam Menindas Kaum Wanita , kali ini kami akan membuktikan keindahan ajaran Islam khususnya tentang bagaimana Islam memuliakan kaum wanita dengan memberi hak - haknya sebagai seorang isteri yang wajib ditunaikan oleh suaminya.



"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf" (QS Al Baqarah : 228)

Ini merupakan kaidah yang menyeluruh bahwa perempuan itu setara dengan laki - laki pada semua hak, kecuali pada satu perkara yang difirmankan oleh Allah :

"Akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya". (Qs Al Baqarah : 228)
Allah menyerahkan pengenalan hak dan kewajiban isteri tersebut pada kebiasaan yang berlangsung di antara manusia dan pergaulan mereka di dalam ranah keluarga , sepanjang tidak menyelisihi syari'at Islam.
Kalimat ini menjadi timbangan bagi suami , yang dengannya dia menimbang perlakuannya terhadap isteri pada segala perkara dan keadaan. Jika suami ingin menuntut isterinya untuk melakukan suatu hal , dia ingat bahwa dirinya pun mempunyai kewajiban yang setara dengan tuntutannya tersebut. Oleh karena itu , Ibnu Abbas sahabat Nabi pernah berkata, " Sungguh aku akan berhias untuk isteriku sebagaiman dia berhias untukku." (Tafsir Al Qurthubi 3/123)

Maka dari itu , seorang laki - laki muslim pasti mengakui hak - hak isterinya yang menjadi kewajibannya, sebagaiman firman Allah, "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf", dan sebagaimana sabda Nabi,

"Ketahuilah, sesungguhnya  kalian memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh isteri - isteri kalian, dan isteri - isteri kalian memiliki hak yang wajib kalian tunaikan." (Shahih Ibnu Majah no.1501)

Hak - hak Isteri yang Wajib ditunaikan suami dalam Islam
Berikut ini adalah hak - hak isteri yang wajib ditunaikan oleh para suami :

  1. Isteri berhak diberi nafkah oleh suaminya sesuai dengan kondisi ekonomi. Nafkah tersebut meliputi antara lain , pakaian, makanan, minuman, dan tempat tinggal. Semua nafkah ini harus halal, tidak mengandung dosa dan kesamaran. Allah berfirman, 
"Hendaklah orang yang mempunyai ke-luasan memberi nafkah menurut ke-mampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepa-danya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kela-pangan setelah kesempitan.   .
 Mu'awiyah bin Haidah pernah bertanya kepada Nabi, "Wahai Rasulullah, apa hak isteri salah seorang diantara kami yang harus ditunaikan oleh suaminya?" Beliau menjawab, "Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, jangan kau pukul wajahnya, jangan kau jelekkan dia dan jangan kau boikot dia kecuali di dalam rumah." (HR Abu Dawud no. 2142).  Nabi juga bersabda, "Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika dia menyia-nyiakan orang yang harus dia nafkahi." (HR Muslim no.996)

2. Isteri berhak dipergauli dengan cara yang makruf. Allah berfirman, "Dan pergaulilah mereka dengan cara yang makruf." (QS an Nisa' : 19). Di bawah ini akan kami jelaskan bentuk mempergauli isteri dengan cara yang makruf :
    • Memuliakan isteri, membuatnya ridha, mencintainya dan memanggilnya dengan panggilan yang dia sukai.
    • Memuliakan keluarga isteri dengan memuji mereka di hadapan isteri, saling mengunjungi , dan mengundang mereka pada acara- acara penting.
    • Berlemah lembut kepada isteri saat dia marah, dan sabar menghadapinya saat dia benci.
    • Mendengarkan ucapan isteri, mengajaknya bermusyawarah, dan menghormati idenya. Nabi pernah mengambil pendapat isteri beliau, Ummu Salamah, saat para sahabat enggan melaksanakan perintah  beliau pada Perjanjian Hudaibiyah. Ternyata ide isteri beliau ini tepat.
    • Mengajak isterinya bercanda dan membeikan kesempatan kepadanya untuk bermain dan bercanda selama dalam batasan agama.
    • Tidak menyakiti hati isteri.
    • Mengizinkan isteri untuk mengunjungi kerabatnya selama aman dari fitnah dan godaan.
    • Tidak membebani isteri dengan pekerjaan yang tidak sanggup dilakukannya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik - baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap isteriku." (HR at Tirmidzi)

Begitu indah ajaran Islam yang memuliakan kaum wanita dan melindungi hak - haknya. 

Comments

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam