Keistimewaan Hari Raya Islam

Dua hari raya Islam ( 'idul fithri dan 'idul adha)
Islam adalah agama yang sempurna. Adalah sebuah nikmat yang sangat besar ketika anda mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam. Agama Islam adalah agama yang telah selesai diturunkan secara  sempurna oleh Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.


"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoiIslam itu jadi agama bagimu" (QS al Maidah : 3) 


Dalam segala aspeknya, Islam adalah agama yang sempurna, mulai dari perkara yang berkaitan dengan aqidah/keyakinan, amal kemasyarakatan, keluarga, kebersihan , dan lain - lain. Salah satu aspek yang menunjukkan kesempurnaan Islam dibandingkan dengan ajaran dan budaya selain Islam adalah perayaan hari raya dalam Islam. Seperti yang kita tahu, bahwa Islam memiliki dua hari raya yang selalu diperingati setiap tahunnya.

Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, berkata,
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Islam memiliki cara yang berbeda dalam merayakan sebuah hari raya dibandingkan umat selain Islam. Berikut ini keistimewaan umat Islam dalam merayakan hari raya:

  1. Dua hari raya Islam ( 'idul fithri dan 'idul adha) dirayakan setelah mengerjakan ibadah yang besar. 'Idhul Fithri dilaksanakan ketika kaum muslimin selesai melakukan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Sedangkan 'idul adha dilakukan ketika kaum muslimin mengakhiri 10 hari pertama di bulan dzulhijjah, di mana pada hari tersebut, jamaah haji melakukan wukuf di Arafah. 
  2. Hari raya kaum muslimin dibuka dengan membesarkan asma Allah, bertakbir, ruku, dan sujud menghambakan diri kepada Allah yang tercermin dalam pelaksanaan shalat 'ied di permulaan pagi di hari raya. Ini tentu sangat berbeda dengan hari raya para pemuja dunia, kaum kafir yang hari raya mereka hanya berisi dengan bersenang - senang , dan pengumbaran nafsu syahwat belaka.
  3. Dalam hari raya kaum muslimin, umat Islam tetap diingatkan akan kehidupan akhirat, hal ini terlihat dari surat yang disunnahkan untuk dibaca imam ketika melaksanakan shalat 'ied,yakni surat al a'la dan surat al ghatsiyah, yang kedua surat itu menceritakan tentang kehidupan akhirat.  Dari Nu'man bin Basyir ia berkata , "Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam biasa membaca surat 'sabbihis ma rabbikal a'la dan 'hal ataka haditsul ghatsiyah' dalam shalat dua hari raya dan shalat jum'at". (HR Muslim)
  4. Dua hari raya kaum muslimin, 'idul fithri dan 'idul adha adalah hari raya yang diisi  juga dengan amalan sosial. Hari raya untuk semua status sosial, bahkan kebahagiaan untuk kaum miskin, di saat sebagian adat dan budaya selain Islam memiliki perayaan yang membebani kaum miskin. Di dalam perayaan idul fithri, sebelum kaum muslimin berangkat ke tanah lapang untuk melaksanakan shalat 'ied, maka kaum muslimin harus memastikan bahwa mereka telah membayarkan zakat berupa bahan makanan pokok (beras) kepada kaum fakir dan miskin sebanyak 2,5kg per jiwa pembayar zakat.  Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia - sia dan sebagai makanan untuk orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat 'ied,maka terhitung sebagai zakat yang diterima; dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka terhitung sebagai sedekah seperti sedekah lainnya." (hadits hasan riwayat Abu Dawud, Ibnu majah) . Lihat juga Zakat Fitrah, Kepedulian Sosial di Hari Raya. Kemudian di dalam 'idul adha, maka di sana ada penyembelihan hewan yang daging qurbannya sebagian dimakan sendiri, sebagian lainnya untuk fakir miskin, karib kerabat, tetangga, dan teman - teman untuk mengokohkan persahabatan.
  5. Hari raya 'idul fithri dan 'idul adha adalah juga merupakan syiar Islam yang jelas, di mana Rasulullah memerintahkan seluruh kaum muslimin, laki -laki maupun perempuan, bahkan wanita yang sedang haidh untuk keluar di pagi hari di hari raya menuju tanah lapang , melaksanakan ibadah shalat 'ied (wanita haidh tidak ikut shalat, tetapi hanya menghadiri saja). Dari Ummu 'Athiyah, beliau berkata, "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada shalat 'ied ('idul fithri ataupun 'idul adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat." (HR Muslim)
Demikianlah di antara keistimewaan hari raya di dalam Islam yang membedakan kaum muslimin dengan umat dan budaya selain Islam. Semoga bermanfaat, Wallahu a'lam.

Comments

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam