Mualaf Generasi Pertama di Zaman Nabi

Mualaf Generasi Pertama di Zaman Nabi Berbagai Bentuk Tekanan Kepada Mualaf Generasi Pertama
Ketika pertama kali Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah, beliau menghadapi  masyarakat Arab Mekkah yang pagan penyembah berhala . Sejatinya, penduduk Mekkah adalah pengikut dakwah Nabi Ismail sebagaimana yang dianut mayoritas masyarakat Arab pada waktu itu. Nabi Ismail menyeru kepada agama bapaknya, Nabi Ibrahim, yaitu agar mereka menunggalkan penyembahan hanya kepada Allah. Namun seiring berjalannya waktu, generasi ke generasi, ajaran yang lurus ini semakin terkikis, hingga yang tersisa adalah agama penyembahan berhala. Itulah keadaan masyarakat arab, ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus.

"Hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan. Dan Rabbmu(Tuhanmu) agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi(dengan maksud)memperoleh(balasan)yang lebih banyak. Dan untuk(memenuhi perintah)Rabb mu , bersabarlah . " (qs al Mudatsir ayat 1-7)

Assabiqunal Awwalun (mualaf generasi pertama)
Sangat lumrah jika Nabi tidak langsung secara terang -  terangan mendakwahkan Islam. Mulanya, beliau hanya menyeru secara diam - diam kepada karib kerabat terdekatnya. Orang - orang yang dianggap memiliki kecintaan kepada kebenaran dan kebaikan.Orang - orang yang beliau kenal dengan baik dan mereka pun mengenal keluhuran akhlak beliau. Mereka yang Nabi seru ini langsung menerima dakwah beliau. Dalam sejarah Islam, golongan yang pertama kali menerima Islam ini disebut dengan istilah as-Sabiqunal Awwalun (yang terdahulu dan pertama - tama masuk Islam). Mereka ini adalah :

  1. Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi)
  2. Zaid bin Haritsah (pembantu Nabi)
  3. Ali bin Abi Thalib (anak paman Nabi)
  4. Abu Bakar (sahabat karib Nabi)
Merekalah yang pertama kali masuk Islam pada dakwah Nabi yang pertama. Setelah mereka, kemudian disusul :
  1. Bilal bin Rabbah (budak Ethiopia)
  2. Abu Ubaidah Amir bin al Jarrah
  3. Abu Salamah bin Abdul Assad, 
  4. al Arqam bin abil Arqam
  5. Utsman bin Mazh'un dan dua saudaranya
  6. Ubaidah bin al Harits
  7. Said bin Zaid
  8. Fathimah binti al Khaththab (istri Said bin Zaid)
  9. Khabbab bin al Aratt
  10. Abdullah bin Mas'ud
  11. dan lain - lain. Ibnu Hisyam menghitung jumlah mereka lebih dari 40 orang. (Sirah an Nabawiyah Ibnu Hisyam 1/245-262)
Setelah itu, semakin banyak yang masuk Islam, sehingga nama Islam menyebar di seluruh Mekkah dan banyak yang membicarakannya (Sirah Ibnu Hisyam).
Mereka masuk Islam secara sembunyi -sembunyi. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menemui mereka dan mengajarkan agama secara kucing - kucingan.

Orang Kafir Mekkah Mendengar Kabar Tentang Islam
Setelah melihat beberapa kejadian di sana - sini, ternyata dakwah Islam sudah didengar oleh orang kafir Quraisy Mekkah, meskipun dakwah masih dilakukan secara sembunyi - sembunyi. Akan tetapi kaum kafir Mekkah masih tidak begitu mempedulikannya. Karena kaum kafir Mekkah menyangka bahwa Muhammad tidak lebih hanyalah seorang yang menaruh perhatian kepada agama, yang suka berbicara tentang ketuhanan dan hak -haknya. Intinya, mereka menyangka, apa yang dilakukan Muhammad tidak berbahaya,sehinnga tidak perlu diambil pusing. 

Dakwah secara sembunyi - sembunyi ini berlangsung selama tiga tahun.

Dakwah terang - terangan , mualaf generasi pertama dalam ancaman.

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang - terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang - orang musyrik". (qs al Hijr : 94)

Maka Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam langsung bangkit menyerang berbagai khurafat , takhayul dan kebohongan para penyembah berhala. Menjelaskan kedudukan berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki kekuatan. Menjelaskan bahwa siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah, maka dia berada dalam kesesatan yang nyata.

Mekkah pun bergejolak, berpijar dengan kemarahan. Orang kafir Mekkah segera bangkit membendung bahaya yang mengancam agama leluhur mereka. Mereka mulai menyadari bahwa makna iman yang Muhammad dakwahkan adalah pengingkaran terhadap segala bentuk peribadatan kepada selain Allah. Kaum kafir Mekkah menyadari bahwa risalah Muhammad mengajak kepada ketundukan total kepada Allah saja. Tidak butuh kepada berhala, tidak butuh kepada perantara dalam beribadat kepada Allah. Risalah Nabi Muhammad adalah sebuah ancaman nyata terhadap kepemimpinan dan pengaruh kaum kafir Mekkah di atas seluruh bangsa Arab yang mereka dapatkan dengan label agama leluhur.

Dengan kata lain, kaum kafir Mekkah terancam tidak bisa melanjukan kezhalimannya yang biasa mereka lakukan terhadap masyarakat awam dengan label agama leluhur.

Harus ada upaya untuk menghentiakan dakwah Islam. salah satu dari sekian upaya untuk menahan laju dakwah Islam adalah dengan menyiksa orang - orang lemah yang masuk Islam dan menyakiti Nabi Muhammad.
Setiap kabilah akan menyiksa siapa saja anggota kabilahnya yang condong kepada Islam dengan  berbagai macam bentuk siksaan.

Berbagai Bentuk Tekanan Kepada Mualaf Generasi Pertama

  1. Abu Jahal, seorang pemuka kafir Mekkah yang juga paman Nabi, begitu Abu Jahal mendengar ada orang yang masuk Islam , maka dia memperingantkan, menakut-nakuti, dan akan melancarkan siksaan jika yang masuk Islam dari kalangan orang - orang lemah. Jika yang masuk Islam dari kalangan orang yang terpandang, maka Abu Jahal akan mengiming - imingi dengan sejumlah uang dan kedudukan.
  2. Mush'ab bin Umair, seorang pemuda yang kaya raya, tatkala ibunya tahu bahwa ia telah masuk Islam, maka Mush'ab diusir dari rumah dan tidak diberi makan.
  3. Paman Utsman bin Affan pernah diselubungi tikar dari daun kurma, kemudian diasapi dari bawahnya.
  4. Bilal bin Rabbah yang saat itu adalah seorang budak milik Umayyah bin Khalaf, pernah dikalungi tali di lehernya, lalu dia diserahkan kepada anak - anak kecil untuk dibawa berlari - lari di sebuah bukitdi Mekkah sehinnga lehernya membilur, masih ditambah lagi dengan pukulan tongkat. Pada kesempatan lain, Bilal dibawa keluar saat tengah hari, lalu ditelentangkan di atas padang pasir Mekkah. Umayyah kemudian meletakkan batu besar di atas dada Bilal seraya berkata, "Tidak demi Allah, kamu tetap seperti ini hingga kamu mati, ataukah mengingkari Muhammad serta menyembah Lata dan Uzza?"
  5. Ammar bin Yassir seorang budak, masuk Islam bersama ayah dan ibunya. Orang - orang musyrik yang dipimpin Abu Jahal menyeret mereka ke tengah padang pasir yang panas membara dan menyiksa mereka hingga ayah dan ibu Ammar meninggal. Nabi yang mengetahuinya bersabda, "sabarlah wahai keluarga Yassir! Sesungguhnya tempat yang sudah dijanjikan bagi kalian adalah surga."
Mereka para mualaf generasi pertama tetap teguh beriman walaupun mendapatkan siksaan yang keras. Kecuali Ammar bin Yassir, yang terpaksa berpura -pura kafir karena keras dan dahsyatnya siksaan yang dialaminya. Lalu Ammar pergi mendatangi Nabi dengan menangis dan meminta ampun , sehingga turunlah ayat :

"Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)" (qs an Nahl : 106)

Masih banyak lagi bentuk siksaan yang dialami oleh para mualaf generasi pertama yang tidakbisa saya tuliskan semuanya. Terutama para mualaf yang lemah dan miskin seperti Bilal danAmmar.

 Mudah- mudahan sedikit kisah mualaf generasi pertama ini bisa menguatkan anda para mualaf dalam menghadapi berbagai macam cobaan setelah keislaman anda.



Rujukan : Kitab Sirah Nabawiyah, Syeikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri. Pustaka Al Kautsar.




Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi