Kisah Nabi Musa bagian -1 , Lahirnya Pembebas Bani Israil

Kelahiran Nabi Musa
Sebagai kelanjutan kisah para Nabi yang kami ceritakan di blog ini, sampailah kita pada seorang Nabi yang sangat populer tidak hanya dalam agama Islam, tapi juga di dalam agama Yahudi dan Nasrani. Dengan kisah - kisah ini, semoga semakin menguatkan anda setelah masuk Islam atau setelah anda mulai mempelajari agama Islam. Kisah para nabi ini kami hadirkan untuk semakin menambah keimanan kita kepada nabi dan rasul, salah satu rukun iman yang telah kita bahas pada waktu yang lalu.

Garis Keturunan Nabi Musa
Dia adalah Musa bin Imran bin Qahits bin Azir bin Lawi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim (Qishashul Anbiya). Masa hidup Nabi Musa adalah 1527 SM - 1407 SM (Wikipedia) , dilahirkan di Mesir pada masa pemerintahan Merneptah (penguasa ke -4 generasi ke-19 Mesir Kuno). Setiap penguasa Mesir mendapat gelar dengan sebutan Firaun. Sebutan Firaun inilah yang dipakai Al Qur-an ketika mengisahkan Nabi Musa.

Thaa Shiin Miim. Ini adalah ayat - ayat Kitab (Al-Qur-an) yang nyata (dari Allah). Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar untuk orang - orang yang beriman. Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang - wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka , menyembelih anak laki - laki mereka dan membiarkan hidup anak - anak perempuan mereka. (Qs Al Qashash)

Seperti kita tahu, awal mula Bani Israil mendiami Mesir adalah ketika Nabi Yusuf menjadi Panglima Negara di Mesir atas kemampuannya menakwilkan mimpi khususnya berkaitan dengan kondisi pangan bangsa Mesir pada waktu itu. Pada masa itu, anak cucu Nabi Ya'kub (ayah Nabi Yusuf) juga tinggal dan berketurunan di Mesir.

Seiring berjalannya waktu, anak keturunan Ya'kub semakin bertambah banyak saja dan memenuhi berbagai wilayah di Mesir. Hal ini tentu menimbulkan ketakutan dari bangsa Mesir, bangsa Fir'aun. Apalagi setelah mereka mengetahui dari Kitab warisan Nabi Ibrahim yang menyebutkan bahwa akan lahir seorang anak dari keturunan Ibrahim yang akan  menghancurkan kekuasaan Raja Mesir yang kafir.

Hal ini diperkuat lagi oleh keterangan para dukun Fir'aun yang meramalkan akan lahirnya seorang anak laki - laki dari Bani Israil yang akan menghancurkan kekuasaan Mesir yang ada di tangannya.

Oleh sebab itu, maka Fir'aun membunuhi anak laki - laki yang dilahirkan Bani Israil dan membiarkan hidup yang perempuan.

Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang - wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka , menyembelih anak laki - laki mereka dan membiarkan hidup anak - anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir'aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan. (Qs Al Qashash : 4)

Setiap ada perempuan yang akan melahirkan dari Bani Israil, Fir'aun akan mengutus petugas untuk menungguinya. Jika yang lahir anak laki - laki, maka harus dibunuh. Jika yang lahir anak perempuan, maka dibiarkan.

Kelahiran Nabi Musa
Dalam situasi yang sulit seperti inilah Nabi Musa dilahirkan oleh ibunya. Khawatir akan keselamatan putranya, ibunda Nabi Musa mendapat ilham untuk memasukkan bayi Musa ke dalam peti lalu menghanyutkannya ke Sungai Nil.

"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa ,"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya , maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya  ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang - orang yang bersalah. Dan berkatalah istri Fir'aun ,"(Ia) adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah - mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari." (Qs Al Qashash : 7 - 13)

Bayi Musa Dipungut Fir'aun
Demikianlah, ketika Fir'aun dan bala tentaranya membunuhi bayi laki - laki dari bani Israil demi menghindari apa yang mereka takutkan berupa ramalan hancurnya kekuasaan mereka oleh seorang laki - laki yang lahir dari Bani Israil, di saat yang sama justru Fir'aun sendirilah yang atas bujuk rayu istrinya memelihara bayi laki - laki dari Bani Israil didalam istananya, yakni bayi Musa. Mereka membuat makar, Allah pun membuat makar. Allah sebaik - baik pembuat makar.

"Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang - orang yang percaya (kepada janji Allah). Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, "ikutilah dia!" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, dan Kami mencegah Musa dari menyusu kepada perempuan - perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?". Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya , supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." (Qs Al Qashash : 10-13)

Ibu Musa awalnya tahu bahwa bayi Musa dipungut oleh Fir'aun, dan hampir saja tidak sabar untuk mengatakan bahwa itu adalah anaknya. Tapi itu tidak dilakukannya, demi menaati perintah Allah dan bayi Musa akhirnya dibawa ke istana Fir'aun.
Di istana, tidak ada satu perempuanpun yang Musa mau menyusu dengannya. Lalu mereka mencari wanita yang bisa menyusui bayi Musa ke kabilah -kabilah, dan  di pasar - pasar. Akhirnya ditunjukkanlah mereka kepada wanita yang bisa menyusui bayi Musa, yang tidak lain adalah ibu Musa sendiri.

Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya , supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapikebanyakan manusia tidak mengetahuinya."

Akhirnya kembalilah Musa kepada ibundanya dengan selamat, bahkan ibu Musa mendapatkan gaji atas penyusuannya kepada "anak angkat Fir'aun" tersebut. Setelah masa penyusuan selesai, kembalilah Nabi Musa dibesarkan di dalam istana Fir'aun. Dalam kisah yang lain disebutkan bahwa ibu Musa menyusui Musa di dalam istana dan digaji oleh Fir'aun. Musa dibesarkan di dalam istana Fir'aun sebagai anak angkat Fir'aun dan menjadi pangeran negeri Mesir. Musa mempelajari berbagai ilmu pengetahuan sampai beranjak dewasa.

"Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang - orang yang berbuat baik. (QS Al Qashash : 14)

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah di atas :

  1. Bagaimanapun canggih dan sempurnanya perencanaan manusia, maka tetap ketetapan Allah lah yang akan terjadi. Bagaimanapun Fir'aun berupaya melanggengkan kekuasaan dan kekafirannya, dia kerahkan bala tentaranya, dan membunuhi setiap anak laki - laki bani Israil. Akan tetapi justru dirinya sendirilah yang membesarkan bayi laki - laki Bani Israil di dalam istananya. Bayi yang akan menggulingkan kekuasaannya kelak.
  2. Keyakinan dan ketaatan kepada perintah Allah, meskipun tampaknya berakibat buruk bagi kita, maka sesungguhnya ada banyak kebaikan pada ketaatan kita kepada Allah. Bagaimana kekhawatiran ibu Musa akan keselamatan anaknya ketika dia membuangnya ke sungai, akan tetapi karena itu adalah perintah Allah, ibunda Musa yakin dengan janji Allah dan mentaati perintah Allah. Akhirnya Allah kembalikan Musa kepadanya, menyusui bayi Musa bahkan mendapat gaji dari Fir'aun atas penyusuannya.  "dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya" . (QS al Qashash : 13)
Bersambung..



Rujukan:
  1. Terjemah Qishashul Anbiya, Ibnu Katsir
  2. Rekaman Ceramah "Mendulang Hikmah dari Kisah Nabi Musa" oleh Ustadz Firanda Lc
  3. Wikipedia



Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH