4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam
Salah satu nikmat yang terbesar di dunia ini adalah ketika seseorang mengenal kebenaran. Kembali kepada kebenaran setelah sebelumnya menjauh dari kebenaran. Hidup akan sia - sia jika seseorang tidak mengetahui jalan yang benar, tidak mengetahui ke mana arah hidupnya?

Untuk apa semua kesuksesan di dunia jika semua akan berakhir dengan kematian?

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan diberikan rizki cukup, dan Allah jadikan ia qona’ah (merasa cukup dengan apa yang ada di tangannya).” (Hadits Riwayat Muslim)

Islam adalah agama dan jalan hidup satu - satunya yang diridhoi oleh Allah , satu - satunya kebenaran. Sejak manusia pertama di muka bumi sampai hari kiamat kelak. Jalan  hidup para Nabi dan orang - orang shalih..

“Wahai manusia, baribadahlah kepada Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.
(Qs Al Baqarah : 21)

Islam adalah agama yang menunggalkan penyembahan , peribadatan hanya untuk Sang Pencipta. Tiada yang berhak diibadahi selain Dia.

Islam berbeda dengan paham dan agama lainnya.
“Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) suatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al-Furqaan: 3]

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran: 85).

Akan tetapi tidak semua orang mengenal atau tidak mengenal dengan benar apa itu Islam. Sebagian orang lainnya, bersikap cuek dan masa bodoh. Sehingga mengenal dan menerima Islam sebagai agama merupakan nikmat yang sangat besar.

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 23)

Ada beberapa alasan yang membuat/ menyebabkan seseorang masuk ke dalam agama Islam. Di antara sebab masuk Islamnya seseorang, ada empat yang akan sedikit kami ulas :

  1. Sudah Islam Sejak Lahir
  2. Masuk Islam karena menikah dengan seorang muslim
  3. Masuk Islam karena harta
  4. Masuk Islam karena melakukan pencarian
Masuk Islam Sejak Lahir
Ini adalah nikmat yang sangat besar. Tanpa harus bersusah payah melakukan pencarian, tahu - tahu anda sudah memeluk Islam sejak anda lahir, karena orang tua anda adalah seorang muslim. Anda dididik dalam lingkungan Islam sejak dini.

Akan tetapi sangat disayangkan, banyak orang yang telah memeluk Islam sejak lahir, justru tidak menyadari nikmat besar ini. Dia menjadi orang yang tidak peduli dengan ajaran agama. Baginya memeluk Islam adalah hal yang biasa - biasa saja. Orang tua mereka muslim, dan mereka muslim, tidak ada yang istimewa.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang telah Islam sejak lahir, justru jauh dari ajaran agama, dan tidak memiliki hasrat untuk mempelajari ajaran agamanya.

Lebih parah lagi, ada yang menganggap semua agama adalah sama. Dia muslim karena orang tuanya muslim, dan seseorang menjadi non muslim, karena orangtuanya non muslim juga.

Padahal, hakikatnya seseorang itu lahir dalam keadaan lurus sebagai muslim. Kemudian ada orang tua non muslim yang mengeluarkan anaknya yang baru lahir dari kondisi fitrahnya, sehingga tidak memeluk Islam.

Setiap manusia yang lahir, mereka lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani” (HR. Bukhari-Muslim)

Hendaknya setiap orang tidak mencukupkan diri terhadap agama yang diberikan orang tuanya. Hendaknya dia berusaha bersungguh - sungguh menggunakan segala daya kemampuannya, pikiran, waktu, dan biaya dalam rangka mencari kebenaran dan jalan yang bisa mendekatkannya kepada Penciptanya.

Firman Allah dalam QS Adz-Dzariyat ayat 20-21:

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Bagi seseorang yang telah lahir dalam kondisi Islam, hendaknya dia tidak berhenti untuk memperdalam ilmu agamanya. Bisa jadi agama yang diberikan orang tuanya tidak lengkap, atau mengalami penyimpangan - penyimpangan.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim “(HR. Ibnu Majah, shahih)


Masuk Islam karena Menikah dengan Muslim

Idealnya, seseorang non-muslim masuk Islam karena kesadaran diri, melakukan penelaahan terhadap ajaran Islam, kemudian menyadari kebenaran Islam dan akhirnya mendapat hidayah masuk Islam.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang masuk Islam karena alasan akan menikahi seorang muslim semata. Bisa jadi masuk Islamnya hanya untuk memenuhi persyaratan menikah, kemudian dia tidak mempelajari Islam sama sekali, dan tidak berusaha menjalankan ajaran Islam. 
Atau lebih parah , dia murtad, kembali kepada agama lamanya.

Dalam kondisi ada seorang non muslim yang masuk Islam karena pernikahan semata, terlepas apakah keislamannya diterima disisi Allah ataukah tidak, hendaknya kaum muslimin di sekitarnya tidak menyia -nyiakan hal ini. Mumpung dia "mengaku" Islam, dakwahilah orang ini dengan lembut. Ajaklah dia berdiskusi dengan seseorang yang memiliki ilmu agama. Atau ajaklah dia menghadiri kajian keislaman yang berkualitas, disampaikan oleh ustadz yang memang berkompeten.

Sehingga meski awalnya dia tidak sungguh - sungguh masuk Islam, diharapkan lambat laun dia akan menyadari, bahwa Islam inilah agama yang benar. Dia menjadi sadar, bahwa setiap orang, wajib beribadah dan mengamalkan ajaran Islam denga baik.

Masuk Islam karena pernikahan ini, pernah terjadi juga di zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Adalah seorang janda cantik di zaman Nabi, muslimah, bernama Ummu Sulaim. Datang kepada beliau Abu Thalhah yang musyrik untuk melamar. Abu Thalhah seorang hartawan di zaman itu. Abu Thalhah datang melamar dengan mahar harta yang sangat banyak. 

Akan tetapi hal itu ditolak oleh Ummu Sulaim. Ummu Sulaim mempersyaratkan bahwa jika Abu Thalhah ingin meminangnya, maka maharnya adalah dengan masuk Islam. Akhirnya masuk Islamlah Abu  Thalhah setelah mendapat dakwah Ummu Sulaim. Mereka menikah, dan menjadi semakin baik Islamnya Abu Thalhah setelah itu. 
Bahkan Abu Thalhah ikut serta dalam perang Uhud dan melindungi Nabi dalam gentingnya pertempuran.

Masuk Islam karena Harta
Seperti seseorang yang masuk Islam karena menikah di atas, seharusnya seseorang tidak masuk Islam semata - mata karena harta. Akan tetapi jika terjadi seseorang masuk Islam karena harta , meskipun ini sangat jarang terjadi (yang lebih sering, keluar dari Islam karena harta), maka masyarakat muslim di sekitarnya hendaknya membimbingnya agar mengenal ajaran Islam lebih baik.

 Pada akhirnya, diharapkan kelak dia akan sadar, bahwa Islamlah agama yang benar, dan Islamlah jalan hidup yang harus dia pilih dan tempuh. Meskipun pada awalnya dia hanya tergiur harta, dengan bimbingan yang intensif, mudah - mudahan tumbuh kesadaran untuk menjalankan ajaran Islam dengan ikhlas di kemudian hari.

Masuk Islam karena Pencarian
Inilah kondisi paling ideal. Seseorang masuk Islam karena kesadaran dirinya, pengetahuannya, bahwa Islamlah agama yang benar, sehingga dia memutuskan untuk masuk Islam. Dia sadar, Islamlah satu - satunya agama yang memurnikan peribadatan hanya untuk Sang  Pencipta, tidak ada sekutu bagi-Nya. Inilah yang sesuai dengan fitrah seluruh manusia. Bukan agama penyembahan kepada malaikat, nabi, orang shalih, orang suci, arwah leluhur, berhala, dan sekutu - sekutu lainnya.

Hal inilah yang pernah terjadi kepada salah seorang sahabat Nabi yang mulia, Salman Al Farisi. Kisahnya sangat panjang. Pencariannya kepada kebenaran, membuatnya mengembara dari Persia sampai ke Madinah, dan masuk Islam di hadapan Nabi.

Dari seorang penyembah api di Persia, memeluk agama Nasrani dan pergi ke negeri Syam, sampai datangnya berita dari pendeta terakhir yang membimbingnya di atas agama yang lurus, bahwa akan ada Nabi baru yang diutus. Akhirnya beliau menjadi seorang muslim di tanah arab.

Demikian beberapa hal yang menyebabkan seseoran masuk ke dalam agama Islam. Tidak ada orang yang menjadi seorang muslim kecuali karena hidayah dari Allah.

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).


Referensi:
almanhaj.or.id
rumayso.com
muslim.or.id
republika.co.id

Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi