Tata Cara Berdo'a dalam Islam

Tata Cara Berdo'a dalam Islam

Doa dalam Islam
Di dalam ajaran Islam, do'a adalah sebuah ibadah yang sangat dicintai oleh Allah. Dengan berdo'a, maka seorang muslim mengakui bahwa dia bergantung sepenuhnya dan butuh kepada Allah Rabb Penguasa seluruh alam.

Seorang hamba yang bergantung kepada Allah dalam meraih apa saja yang bermanfaat baginya, dan menolak semua keburukan yang bisa menimpanya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Do'a adalah ibadah" (HR Ahmad IV/267)
Kemudian beliau membaca ayat :

Dan Rabb-mu berfirman: “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [al Mu`min/40 : 60]

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Adab dan Tata Cara Berdoa
Secara singkat, berdo'a di dalam Islam itu sangat mudah. Anda bisa berdoa kapan saja anda butuh berdo'a, dengan bahasa yang anda pahami. Adapun untuk adab - adabnya, simak adab berdo'a berikut ini.
  1. Berdo'a pada waktu yang mustajab (waktu dikabulkannya do'a). Di antaranya :
    1. Pada waktu sahur,  
      • “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
    2. Pada sore hari di hari jum'at, 
      • “Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). 
    3. Pada hari arafah,  
      • “Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
    4. Pada sepertiga malam yang terakhir.
      • Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘ (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)
    5. Waktu turun hujan
      • “Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)
    6. Antara adzan dan iqamat
      • “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
    7. Ketika sujud
      • “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
  2. Berdo'a dengan menghadap kiblat dan dengan mengangkat kedua tangan. 
    1. Dari Jabir Radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berada di padang arafah , beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdo'a sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)
    2. Dari Salman Radiallahu 'anhu , bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia Malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada Nya kemudian hamba Nya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan) (HR. Abu Dawud dan Turmudzi dan beliau hasankan). Cara mengangkat tangannya adalah dengan menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu mengangkatnya setinggi wajah. Wajah menghadap telapak tangan.
  3. Berdo'a dengan suara lirih dan tidak dikeraskan. "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang melampaui batas." (Qs al A'raf : 55)
  4. Berdo'a dengan khusyu' dan penuh harap.
    • "Sesungguhnya mereka adalah orang - orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan - perbuatan baik dan mereka berdo'a kepada kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang - orang yang khusyu' kepada kami." (Qs. Al Anbiya : 90)
  5. Memantapkan hati dalam berdo'a dan berkeyakinan akan dikabulkan.
    • Dari Abu Hurairah Radiallahu 'anhu , Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bedo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah , sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan do'anya) ".(HR. Turmudzi dan di shahihkan Al Albani)
  6. Berdo'a dengan tidak tergesa - gesa agar segera dikabulkan, dan menghindari perasaan , "Mengapa doaku belum terkabul juga?" atau "Sepertinya Allah tidak mengabulkan do'aku".
    • Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa - gesa. Dia mengatakan : Saya telah berdo'a , namun belum saja dikabulkan. " (HR. Bukhari dan Muslim)
  7. Memulai Do'a dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebelum berdo'a memohon kepada Allah, hendaknya kita beradab dengan memuji Allah dengan menyebut nama - nama Nya yang mulia. Anda bisa mengucapkan, Yaa Robb, aku memohon... , atau Ya Rahman (Maha Penyayang) aku memohon ... dan lain - lain dari asmaul husna(nama - nama Allah yang mulia). Untuk bacaan Shalawatnya, anda bisa membaca "Allahumma Shalli 'ala Muhammad"
    • Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Apabila kalian berdo'a, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya." (HR Ahmad, Abu Daud , dishahihkan oleh al Albani).
  8. Memperbanyak taubat dan memohon ampunan kepada Allah.
  9. Hindari mendoakan untuk keburukan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
    • Allah berfirman, "Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaiman ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa - gesa". (Qs. Al Isra' : 11).
    • "Kalau sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk meyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka (binasa) ". (Qs. Yunus : 11
  10. Menghindari makanan dan harta yang haram
    • Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan do’anya? (H.r. Muslim).
Apakah boleh berdoa dengan bahasa Indonesia (non-Arab)?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan,
وَالدُّعَاءُ يَجُوزُ بِالْعَرَبِيَّةِ وَبِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ يَعْلَمُ قَصْدَ الدَّاعِي وَمُرَادَهُ وَإِنْ لَمْ يُقَوِّمْ لِسَانَهُ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ ضَجِيجَ الْأَصْوَاتِ بِاخْتِلَافِ اللُّغَاتِ عَلَى تَنَوُّعِ الْحَاجَاتِ .
“Berdo’a boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Allah subhanahu wa ta’ala tentu saja mengetahui setiap maksud hamba walaupun lisannya pun tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan” (Majmu' al Fatawa, 22/489)

Adapun jika anda berdoa di dalam shalat, maka sebaiknya menggunakan do'a berbahasa Arab. Anda bisa menghafal do'a - do,a yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Berdo'a kepada selain Allah
Berdo,a meminta pertolongan kepada selain Allah, yaitu kepada orang lain yang tidak hadir di hadapannya, atau kepada orang mati. Hal ini termasuk syirik, mempersekutukan Allah dengan selain Allah. Hal ini dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Firman Allah :
“Artinya : Yang (berbuat) demikian itulah Allah, Rabb-mu. KepunyaaNya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalaupun mereka mendengar ; mereka tidak dapat mengabulkan permintaanmu. Pada hari kiamat mereka akan mengingkari kesyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui”. [Fathir : 13-14]


Termasuk yang tidak diperbolehkan adalah menjadikan selain Allah sebagai perantara dalam berdo'a. Sehingga anda berdo'a kepada perantara ini , meminta syafaat dan bertawakal kepadanya.


Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”.” (QS. Yunus: 18)

Dalam ayat di atas, menjadikan selain Allah sebagai perantara dalam meminta syafaat adalah sebuah bentuk penyembahan kepada selain Allah.

Termasuk bentuk perantara ini adalah menjadikan kuburan wali dan orang shalih sebagai perantara yang akan menghubungkan mereka dengan Allah. Sehingga mereka berdo'a kepada perantara-perantara ini. Menyembah perantara - perantara ini.
Mereka mengkeramatkan kuburan orang shalih, bernadzar dan menyembelih hewan yang ditujukan untuk orang shalih di sisi kuburan mereka.

 Mereka mengatakan, "“Ini hanyalah perantara antara diri kami dengan Allah”. Mereka akan menjawab, “Kami tidak meyakini mereka adalah pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam semesta selain Allah. Kami cuma menjadikan mereka sebagai perantara antara diri kami dengan Allah. Nanti merekalah yang menyampaikan hajat-hajat kami pada Allah.”

“Dan orang-orang yang mengambil wali (pelindung) selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat kufur.” (QS. Az Zumar: 3)


Allah Ta’ala berfirman,
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS. Ghafir: 60).










Referensi:
https://rumaysho.com/1135-hukum-berdoa-dengan-bahasa-non-arab.html
https://konsultasisyariah.com/7834-tata-cara-berdoa.html
https://muslim.or.id/28968-ringkasan-tata-cara-berdoa.html
https://almanhaj.or.id/93-berdoa-dengan-mengangkat-tangan.html


Comments

iklan

iklan
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Popular posts from this blog

Tatacara Shalat Wajib 5 Waktu untuk Pemula Dilengkapi Gambar

Menentukan Tibanya Waktu Shalat Tanpa Jam dan Jadwal

9 Amalan Yang Harus Dibiasakan Seorang Mualaf

Bagaimana Seorang Mualaf Memperdalam Ilmu Agamanya

Pentingnya menuntut ilmu dalam Islam

4 Alasan Mengapa Seseorang Masuk Islam

TATA CARA MENGERJAKAN WUDHU YANG BENAR SESUAI SUNNAH